}
Lebih Jelas Soal Kafein
Health

Lebih Jelas Soal Kafein

by Dewi
Thu, 13-Jul-2017

Kopi dan teh terkenal banget sebagai sumber kafein, walau sebetulnya masih banyak makanan atau minuman lain yang juga mengandung kafein, misalnya biji cokelat. Kadar kafein di masing-masing makanan berbeda, dan besarnya juga ditentukan dari bagaimana diolah serta disajikannya. Satu ons sirup rasa cokelat mengandung 4 miligram kafein, sedangkan pada minuman berenergi terdapat 160 miligram. Kafein juga bisa ditemui dalam obat penghilang rasa sakit, obat flu, atau pil diet.

Nah, di antara kalian pasti banyak yang tau efek-efek yang dihasilkan kafein pada tubuh kita. Tapi apakah sudah sepenuhnya benar? Berikut ini hasil comotan dari sebuah artikel di webmd.com yang akan memberikan kita penjelasan lebih jauh soal itu..

1. Kafein bikin ketagihan

Bisa jadi. Kafein adalah stimulan bagi pusat sistem saraf, dan mengonsumsinya secara reguler bisa menyebabkan ketergantungan, namun bukan kadar yang besar. Kafein pun nggak mengancam kesehatan fisik, sosial, maupun ekonomi [kecuali kalo kamu biasa nongkrong di gerai kopi setiap hari, ya bolong kantong].

Kalo kamu berhenti minum kopi seketika, bagi yang biasa minum dua atau lebih cangkir sehari, bisa jadi kamu akan mengalami: sakit kepala, kelelahan, munculnya rasa cemas, gampang kesel, mood yang terganggu, dan susah berkonsentrasi. Nggak heran selama beberapa hari akan terasa nggak enak. Tapi kondisinya nggak separah pada mereka yang ketagihan alkohol atau obat-obatan.

2. Kafein bisa menyebabkan insomnia

Tergantung. Kafein cepat diserap oleh tubuh kita, tapi hilangnya juga cepat. Rata-rata manusia membutuhkan 5-7 jam untuk menghilangkan separuh dari kafein yang tadi dikonsumsi. Setelah 8-10 jam, 75%-nya sudah hilang. Makanya untuk kebanyakan orang, minum kopi pagi hari nggak bakal bikin susah tidur di malam hari.

Jika kamu minum kopi 6 jam sebelum waktu tidur, bisa jadi aman. Tapi hasilnya mungkin aja berbeda-beda, tergantung pada metabolisme setiap orang dan jumlah kafein yang dikonsumsi.

3. Kafein meningkatkan risiko Osteoporosis, Sakit Jantung, dan Kanker

Minum hingga 3 cangkir sehari, atau sekitar 300 miligram, biasanya aman. Tapi bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau mereka yang sudah berusia lanjut, efeknya bisa berbeda.

Osteoporosis dan kafein

Jika mengonsumsi lebih dari 744 miligram sehari, kafein bikin kita kehilangan banyak kalsium dan magnesium yang keluar melalui pipis. Tapi jika kamu cukup kalsium, hal tersebut nggak akan memberikan risiko tinggi terhadap tulangmu. Lain halnya dengan mereka yang berusia lanjut. Mereka memiliki risiko lebih tinggi akan terjadinya gangguan pada tulang disebabkan metabolismenya yang sudah nggak seperti waktu muda lagi. Jadi sebaiknya sarankan pada tante atau mbahmu yang masih ngopi untuk berkonsultasi pada dokter, berapa takaran yang aman ya..

Sakit jantung dan kafein

Bagi mereka yang sensitif dengan kafein, tekanan darah atau detak jantung naik sedikit adalah hal yang umum. Namun jika kamu memiliki tekanan darah tinggi atau masalah dengan jantung, tapi masih seneng ngopi, konsultasikan dulu dengan doktermu ya. Dan menurut penelitian, nggak ada hubungannya kafein dengan naiknya kolesterol, detak jantung tak beraturan, atau meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

Kanker dan kafein

Hasil dari 13 penelitian yang melibatkan 20ribu orang menunjukkan bahwa nggak ada hubungannya antara kanker dan kafein. Malah kenyataannya, kafein dapat membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker.

4. Kafein berbahaya bagi wanita yang ingin hamil

Beberapa penelitian menunjukkan, jika wanita minum kopi 1 cangkir per hari, maka kafein nggak mengakibatkan sulit hamil, keguguran, bayi lahir cacat atau bayi lahir prematur. Namun, balik lagi, jika wanita tersebut sudah memiliki tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, atau ada riwayat tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

5. Kafein bisa bikin dehidrasi

Kafein memang bisa bikin kita jadi kepingin pipis. Tapi jika mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup aja, nggak berlebihan, nggak bakal bikin kita dehidrasi.

6. Kafein berbahaya bagi anak-anak

Pada anak yang sensitif terhadap kafein, bisa menyebabkan kecemasan atau bad mood. Kafein nggak harus lewat kopi. Tapi bisa lewat minuman soda, minuman berbahan dasar cokelat, minuman berenergi, atau teh kemasan, yang sebetulnya memiliki kadar gula cukup tinggi. Sehingga juga berisiko tinggi menyebabkan obesitas. Jadi sebisa mungkin jauhkan anak-anak dari minuman berkafein.

Dan ada beberapa studi juga mengatakan bahwa kafein baik untuk kesehatan, membantu menangani masalah sakit kepala dan asma. Tapi sayangnya itu masih perlu penelitian lebih lanjut, jadi saya nggak usah tuliskan di sini ya. Saya nulis artikel ini pun sambil ngopi. Tapi saya masih membatasinya dalam jumlah yang wajar. Bagaimana dengan Commuters? [][teks @tantedow/webmd.com | foto authoritynutrition.com & brigitte.de]