}
Mitos Gula
Health

Mitos Gula

by Pohan
Fri, 28-Jul-2017

Segala sesuatu yang berlebihan pastinya nggak baik. Tapi saking takutnya, kadang malah jadi kurang, misalnya kurang gula dalam tubuh.

Usahakan kita bisa mengontrol gula dalam tubuh dengan memerhatikan apa yang kita makan dan apa yang kita minum. Inilah mitos gula:

1. Gula menyebabkan penyakit diabetes.

Penyakit diabetes tidak ada hubungannya dengan gula. Diabetes tipe satu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Sedangkan diabetes tipe dua disebabkan oleh genetika dan gaya hidup.

2. Gula membuat kanker tumbuh dengan cepat.

Menurut Mayo Clinic, gula tidak memiliki pengaruh dalam perkembangan kanker. Penggunaan gula dalam jumlah besar, bisa membuat sel kanker berkembang tapi tidak dengan mempercepat.

3. Gula menyebabkan gigi berlubang.

Gula memang bisa menyumbang kerusakan gigi. Tetapi gula bukan satu-satunya penyebab. Gigi berlubang disebabkan banyak faktor. Salah satunya paparan dan invasi kuman yang berlebihan di mulut [biasanya berkumpul di plak gigi].

4. Gula menyebabkan sakit jantung.

Lemak dan kolesterol dianggap biang keladi penyakit jantung. Gula pun turut andil. Diet tinggi gula mempengaruhi kadar lemak dan kolesterol, apalagi orang yang berbakat diabetes. Konsumsi gula secukupnya tak akan membahayakan.

5. Gula bisa menyebabkan kecanduan.

Orang yang memilih gula dengan alasan kesehatan belum tentu kecanduan. Ada beberapa macam tipe kecanduan yaitu obsesi konstan, kehilangan kontrol, penggunaan meningkat, dan ketidakpuasan saat tidak terpenuhi. [][teks @pohanpow/idntimes.com, sahabatnestle.co.id | foto pixabay.com, Cambridge Family Dentistry]