}
Kenali Gejala ADHD
Health

Kenali Gejala ADHD

by Andiska
Thu, 19-Oct-2017

Attention Deficit Hyperactivity Disorder [ADHD] adalah semacam gangguan perkembangan motorik pada anak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, implusif, dan sulit memusatkan perhatian.

ADHD bisanya menyerang anak-anak berusia 5-18 tahun. Gejala lebih mudah dikenali pada anak yang berusia di atas 7 tahun dan anak laki-laki lebih berpotensi terjangkit ADHD dibanding perempuan.

Berikut 5 gejala pada anak yang mengidap ADHD:

1. Hiperaktif Berlebihan

Bisa dilihat dari perilaku sang anak yang tidak bisa duduk dengan tenang, banyak bicara, selalu bergerak [berlari atau memanjat sesuatu], dan selalu gelisah.

2. Sulit Memusatkan Perhatian

Sangat jelas jika seorang anak sulit mendengarkan lawan bicaranya, susah mengikuti arahan guru atau orangtuanya, ceroboh, dan mudah teralihkan perhatiannya dengan hal yang baru saja ia lihat.

3. Emosi Tidak Terkontrol

Mudah marah, berteriak, sulit berorganisasi, selalu ingin mengerjakan banyak hal, sering menginterupsi orang lain, tidak mau menunggu giliran, menjadi pembangkang dan sering terburu-buru mengambil keputusan.

4. Hilangnya Percaya Diri

Anak yang mengidap ADHD tidak selalu berisik dan tidak bisa diam, suka menyendiri dan tidak mampu bersosialisasi juga salah satu gejalanya. Anak yang sangat pendiam, suka melamun, bahkan bisa memandangi sebuah tembok dan mengkhayalkan sesuatu tanpa mempedulikan sekelilingnya.

5. Sukar Menyelesaikan Pekerjaan

Karena tidak bisa memusatkan perhatian, kebanyakan penderita ADHD tidak bisa menyelesaikan satu pun pekerjaan yang sudah dimulai. Sebelum pekerjaan itu selesai, ia pasti ingin melakukan pekerjaan baru dan begitu seterusnya karena anak yang terkena ADHD tak mampu menahan keinginannya untuk melakukan sesuatu yang menarik perhatiannya.

Lima gejala ini adalah gejala umum pada pengidap ADHD yang masih bisa disembuhkan dengan terapi perilaku. Jika anak sudah melakukan hal-hal yang lebih ekstrem seperti sering tiba-tiba menyerang temannya saat bermain dan berteriak dengan keras tanpa sebab, dia harus segera ditangani dengan obat-obatan. [][teks @andiskaraf/berbagai sumber | foto capitalwired.com, stanfordflipside.com]