}
Apa itu Bell’s Palsy?
Health

Apa itu Bell’s Palsy?

by Pohan
Wed, 27-May-2015

Rano Karno dan aktor gaek Sylverster Stallone pernah mengalaminya. Nama Bell’s Palsy dicetus Charles Bell, ahli anatomi asal Skotlandia lulusan Edinburgh.

Banyak yang menganggap Bell’s Palsy adalah penyakit stroke yang mengakibatkan kelumpuhan otot-otot pada salah satu sisi wajah. Anggapan itu keliru. Bell’s Palsy adalah penyakit saraf yang mengenai saraf fasialis [wajah].

Biasanya orang yang terkena Bells Palsy, wajahnya terlihat asimetris lantaran salah satunya melorot atau mencong. Penderitanya sulit tersenyum. 

Menurut beberapa sumber, penyebab Bell’s Palsy adalah proses peradangan saraf yang mengontrol otot-otot salah satu sisi wajah.

Bell’s Palsy tidak mengenal usia, dan bisa menyerang pria maupun wanita. Pada kebanyakan orang, kelumpuhan saraf tersebut bersifat sementara dalam hitungan hari hingga minggu.

Ketahuilah gejala Bell’s Palsy secara umum berikut ini:

1. Penderita sulit tersenyum atau menutup salah satu kelopak matanya.
2. Wajah sulit berekspresi.
3. Timbul rasa nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga pada salah satu sisi wajah.
4. Sensitivitas terhadap suara meningkat pada sisi wajah.
5. Kadang timbul rasa nyeri kepala.
6. Kemampuan indera pengecap menurun pada sisi yang lumpuh.
7. Menurunnya jumlah air mata dan liur yang diproduksi pada sisi yang terkena Bell’s Palsy.

Apabila gejala-gejala di atas terjadi pada Anda, sebaiknya segera periksa ke dokter. Umumnya dokter akan memeriksa wajah dan meminta pasien untuk melakukan gerakan seperti mengerutkan wajah, menutup mata, memperlihatkan gigi, dan mengangkat alis.

Setelah Anda diperiksa, lakukan pengecekan EMG untuk menentukan kerusakan saraf dan melihat seberapa parah kerusakannya sekaligus menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang juga dapat menyebabkan kelemahan pada wajah, seperti stroke, infeksi, tumor, dll.

Pasien yang terkenal Bell’s Palsy disarankan juga menjalani pemeriksaan radiologi, seperti CT Scan atau MRI kepala untuk menyingkirkan penyebab kelumpuhan yang mungkin terjadi. [][teks @pohanpow/ekahospital.com | foto dok. mevygagal.uphero.com, thetruecare.com]