}
Langkah Yang Harus Diambil Jika Anak Terdiagnosis Difteri
Health

Langkah Yang Harus Diambil Jika Anak Terdiagnosis Difteri

by Dewi
Wed, 13-Dec-2017

Commuters, gejala awal penyakit difteri bisa jadi tidak spesifik, karena itu jika anak mulai terlihat tidak sehat, harus benar-benar diawasi. Gejalanya yaitu demam tidak tinggi, nafsu makan menurun, lesu, nyeri menelan, nyeri pada tenggorokan, sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah.

Sedangkan gejala yang khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung, dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut bull neck. Gejala lainnya adalah nyeri tenggorokan yang disertai suara berbunyi seperti mengorok, atau terjadi pembesaran kelenjar getah bening leher, khususnya pada anak berumur di bawah 15 tahun.

Anak harus segera dirawat di rumah sakit apabila dicurigai menderita difteri agar mendapat pengobatan dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan. Apabila didiagnosis difteri, maka anak akan diberikan tata laksana yang sesuai termasuk perawatan isolasi.

Untuk memutuskan rantai penularan, seluruh anggota keluarga serumah harus segera diperiksa oleh dokter dan petugas Dinas Kesehatan. Anggota keluarga serumah akan mendapat obat yang harus dihabiskan untuk mencegah penyakit. Dinas Kesehatan juga akan memeriksa apakah mereka juga menderita atau sebagai karier [pembawa kuman] difteri, dan memberikan pengobatan.

Untuk anggota keluarga yang tidak menderita difteri, segera lakukan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia. Patut dicatat, setelah imunisasi DPT, kadang-kadang timbul demam, bengkak dan nyeri di tempat suntikan DPT. Itu merupakan reaksi normal dan akan hilang dalam 1-2 hari. Bila anak mengalami demam atau bengkak di tempat suntikan, boleh minum obat penurun panas parasetamol sehari 4x sesuai umur. Dan disarankan juga untuk sering minum jus buah atau susu, serta pakailah baju tipis atau segera berobat ke petugas kesehatan terdekat.

Jika anak kebetulan sedang batuk pilek ringan serta tidak demam, tetap bisa mendapatkan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia. Jika imunisasi tertunda atau belum lengkap, segera lengkapi di fasilitas kesehatan terdekat. Yuk Commuters, kita sama-sama cegah semakin meluasnya wabah difteri di lingkungan kita. [][teks @tantedow/IDAI | foto shutterstock & savvytokyo]