}
Stres Bukan Masalah Melainkan Manfaat
Health

Stres Bukan Masalah Melainkan Manfaat

by Intern 2
Wed, 23-May-2018

Hidup di zaman yang saat ini dituntut harus bisa melakukan segala hal dalam waktu bersamaan secara sekaligus, sehingga menyebabkan manusia kehilangan kendali dan tak dapat dipungkiri stres pun muncul.

Menurut para ahli psikolog, stres adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri, atau dari luar.

Ternyata, mengalami stres tidak hanya menjadi masalah, tetapi bisa menjadi manfaat.

Berikut manfaat mengalami stres yang perlu Commuters ketahui.

Membuat ingatan lebih kuat

Sejumlah penelitian menunjukkan, bahwa terdapat hubungan antara hormon stres dengan kemampuan mengingat seseorang. Jika Anda mengalami kondisi stres yang wajar, seperti stres menjelang ujian, hormon stres [kortisol] bisa membantu tubuh dan pikiran memusatkan ingatan pada ujian dan termotivasi untuk belajar.

Pada kondisi tertentu, stres juga bisa membantu seseorang untuk lebih berpengalaman dalam menghadapi masalah stres lainnya.

Mencegah virus dan penyakit

Stres bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Faktanya juga, ketika stres melanda, tubuh dirancang dan dirangsang untuk terhindar dari ancaman virus dan bakteri karena stres akan merangsang zat kimia interleukin yang membuat tubuh jadi terlindung dari penyakit, turunnya kekebalan imun, serta peradangan.

Membuat diri menjadi tangguh

Jangan salah sangka, stres yang Anda kira akan membuat diri semakin terpuruk, nyatanya bisa membuat Anda lebih tangguh di masa depan. Ketika Anda sedang menghadapi masalah dan kesulitan hingga mengakibatkan stres, Anda pasti berpikir tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Tapi nyatanya, hal itu merupakan sebuah cara melatih Anda untuk menghadapi masalah lainnya yang akan datang.

University of Buffalo juga telah membuktikan melalui survei penelitian yang melibatkan 2.400 orang, ternyata menemukan hasil bahwa orang yang punya pengalaman buruk dan mengakibatkan stres, dapat menghadapi masalah lain lebih tenang dan santai daripada mereka yang belum pernah mengalami stres sekalipun.

Membuat anak lebih pintar

Penelitian lain dari Bloomberg School of Public Health pada 2006 menemukan, stres saat kehamilan dapat berpotensi melahirkan anak yang lebih cerdas. Mereka menguji dan mendapatkan hasil, kemampuan motorik anak yang dikandung saat stres jauh lebih cepat daripada anak dari ibu yang kehamilannya rileks dan santai.

Meskipun begitu, penelitian tersebut tidak menyarakankan dan menganjurkan ibu hamil untuk memperoleh stres sebanyak-banyaknya. Hanya mengingatkan, jika wanita saat hamil mengalami stres sebaiknya tidak perlu cemas dan panik. Stres bisa menjadi salah satu tanda bahwa terdapat perkembangan baik bagi sistem motorik sang bayi.

So, buat para Commuters jangan cemas dan panik ya apabila mengalami stres. Semangat! [][teks @yolabonnita | foto genuinehealth.com, womansday.com]