}
Nyusu Yuk!
Health

Nyusu Yuk!

by Hagi
Thu, 04-Jun-2015

Pelengkap gizi pada 4 Sehat 5 Sempurna ini punya peran penting dalam pertumbuhan tubuh. Banyak sumbernya. Kita tilik yuk.

1. Susu Sapi - paling banyak diminum dengan jumlah kalsium paling banyak dan jumlah protein dua kali lipat susu jenis lain.

2. Susu Kambing - memiliki aroma yang lebih kuat, susu ini lebih mudah dicerna ketimbang susu sapi. Baik bagi pertumbuhan dan pembentukan jaringan.

3. Susu Kerbau - mengandung kolesterol yang lebih rendah dari sapi, tapi kandungan protein, kalsium, zat besi, dan fosfor yang sama.

4. Susu Unta - punya kadar lemak jenuh dan tak mengandung dua alergen kuat seperti pada susu sapi. Rasanya lebih asin dan acap dibuat keju.

5. Susu Kuda Liar - dikenal punya banyak khasiat untuk menyembuhkan. Enzim dan proteinnya lebih tinggi ketimbang susu sapi. Tapi merahnya susah.

6. Susu Kedelai - kaya protein, kalsium, dan tak mengandung lemak jenuh. Sering jadi opsi bagi yang alergi pada laktosa susu sapi.

7. Susu Almond - dibuat dari almond bubuk dicampur air dan pemanis. Mengandung mineral, vitamin, dan lemak yang sebanding dengan susu sapi.

8. Susu Beras - disebut juga air tajin. Sering digunakan sebagai pengganti susu pada keluarga miskin. Punya banyak khasiat baik untuk tubuh.

9. Susu Kelapa - yang ini sih santan. Orang Inggris menyebutnya coconut milk. Baik untuk kesehatan, tapi jangan kebanyakan ya. Awas kolesterol naik!

10. Susu Mete - punya kadar kalsium tinggi. Juga menyumbang unsur tembaga untuk tubuh manusia.

11. Susu Biji Rami - mengandung asam lemak omega tinggi yang meningkatkan kekebalan tubuh. Disebut juga hemp milk.

12. Susu Oatmeal - terbuat dari biji gandum yang bebas kolesterol, bebas laktosa, mengandung banyak anti-oksidan dan aman bagi jantung.

13. Last but not least: ASI - ah, ini tentu saja hanya untuk bayi. Konon dalam susu ibu terkandung banyak antibodi yang bermanfaat untuk kekebalan tubuh.

Selain itu, Air Susu Ibu juga mengandung banyak enzim, vitamin, dan mineral yang berguna untuk tumbuh kembang otak dan tubuh si bayi. [][teks @evaevilia/berbagai sumber | foto freeimages.com]