}
Tsundoku, Hobi Mengoleksi Buku Namun Tak Pernah Dibaca
Hobi

Tsundoku, Hobi Mengoleksi Buku Namun Tak Pernah Dibaca

by Intern
Wed, 01-Aug-2018

Commuters, apakah kalian punya kebiasaan untuk membeli atau meminjam buku tapi tidak pernah dibaca? Jika iya, mungkin kalian termasuk dalam kelompok “tsundoku”. Istilah tersebut berasal dari Bahasa Jepang untuk menggambarkan seseorang yang memiliki banyak buku namun tidak pernah atau belum membacanya.

Profesor Andrew Gerstle, seorang pengajar naskah buku Jepang pra-modern di Universitas London menjelaskan bahwa tsundoku merupakan istilah yang sudah dikenal sejak lama. Menurutnya, istilah tersebut telah muncul dalam sebuah literatur karangan Mori Senzo pada tahun 1879.

“Ungkapan 'tsundoku sensei' muncul dalam teks dari tahun 1879, menurut penulis Mori Senzo," jelas Prof Gerstle seperti dilansir dari BBC.

Prof. Gerstle mengungkapkan, istilah “doku” dapat digunakan sebagai kata kerja yang berarti “membaca”. Sedangkan “tsun” berasal dari kata “tsumu” memiliki makna “menumpuk”. Jika keduanya disatukan, maka akan membentuk kata tsundoku yang memiliki arti membeli bahan bacaan dan menumpuknya.

“Istilah ini mungkin digunakan untuk menyindir seorang guru yang memiliki banyak buku tetapi mereka tidak membacanya,” ujar Prof Gerstle.

Meskipun kata tsundoku terdengar seperti kalimat sindiran, namun menurut Prof Gerstle, istilah tersebut tidak membawa stigma apapun di Jepang. Beberapa orang memiliki anggapan bahwa tsundoku merupakan istilah lain dari “bibliomania”.

Bibliomania sebenarnya merupakan sebuah novel karya Thomas Frognall Dibdin yang terbit di abad ke-19. Novel tersebut menceritakan tentang tindakan seseorang yang tidak dapat berhenti mengumpulkan literatur. Menurut definisi Dibdin, mereka yang menderita bibliomania sangat terobsesi dengan buku-buku unik.

Meskipun istilah tsundoku dan bibliomania hampir memiliki makna yang sama, ternyata ada satu perbedaan yang signifikan. Bibliomania menjelaskan niat seseorang untuk mengoleksi buku. Sedangkan tsundoku menafsirkan niat untuk membaca buku sampai edisi akhir namun tidak sengaja mengumpulkannya.

Sebenarnya, tsundoku hanya digunakan ketika membahas sastra. Namun saat ini banyak orang yang menggunakan istilah tersebut ke dalam aspek lain kehidupan mereka. Seperti sebuah komunitas di laman Reddit yang menggunakan istilah ini untuk menjelaskan film, acara televisi, bahkan pakaian. [][teks @amuspitasari | foto bizhkmag.com & thedoctorweighsin.com]