Segala Cara Taklukkan 12 Wanita Zodiak Berbeda
Hobi

Segala Cara Taklukkan 12 Wanita Zodiak Berbeda

by Pohan
Mon, 22-Jun-2015

Jika kamu pendengar setia Woman Radio 94.3FM, pasti sudah tak asing lagi dengan nama Acha Salim. Penyiar kelahiran 16 Januari 1984 ini baru saja merilis buku berjudul Zodiac Date: Kisah Kencan Kasih Tak Sampai akhir Mei 2015 lalu.

Buku perdana Acha tersebut berisikan cerita tentang upayanya untuk mendapatkan pujaan hati. Hadir dengan gaya bahasa yang kocak dan santai untuk pembaca semua umur, Acha juga mencoba memahami karakter cewek berdasarkan zodiaknya.

Tentu ia tidak menyebutkan nama asli para wanita yang pernah ia taksir atau kencani. Namun, pembaca akan menemukan nama-nama samaran nan unik macam Iggy Ajaltiba, Taylor Sip, dan lainnya.

Salah satu cara Acha untuk menaklukkan pujaan hati misalnya saat ia mengajukan kartu kredit di bank lantaran sang wanita bekerja sebagai customer service. Bahkan, Acha juga pernah naksir sama wanita yang lebih sering curhat soal pria lain.

Macam perjalanan cinta, yup cukup menarik untuk disimak. Buku Zodiac Date diterbitkan oleh TransMedia Pustaka dan sudah beredar di toko buku Gramedia sejak awal Juni lalu.

Acha yang biasa cuap cuap di balik mic sempat nervous selama proses penulisan buku berlangsung. Bayangkan saja, ia sampai menghisap 2 bungkus rokok dalam satu hari. Berikut wawancara Reporter @pohanpow dengan Acha melalui WhatsApp [18/06]:

Gimana awalnya bisa kepikiran bikin buku Zodiac Date ini?
Jadi, awalnya terinspirasi pas jalan-jalan di perpustakaan. Ada buku Tokyo Zodiac Murder, cerita pembunuh psikopat yang milih korbannya secara zodiac. Tapi kayaknya buku ini sadis dan gelap banget, dan kepikiran kenapa nggak ada yang buat yang lebih ceria gitu. Macam nge-date sama wanita 12 zodiak. Nah, dari situ awal mula idenya.

Apakah benar-benar pengalaman pribadi kencan bersama 12 wanita dengan zodiak berbeda?
Iya, di buku ini cerita pengalaman pernah dekat dan pedekate atau dating ke 12 wanita zodiak berbeda.

Idenya ada duluan atau pengalaman yang ada dikombinasikan?
Pengalaman sama ide dikombinasikan.

Cuma nge-date apa ada yang sampai jadian?
Jadi, pasti pernah punya cerita dating yang konyol. Nah, pas ada ide buku ini, diinget-inget lagi pengalaman itu. Dan kekurangannya di tambah dengan bener-bener dating sama beberapa wanita. Yang sampe jadian kalo di buku cuma diceritain ada 1 orang. Sisanya kebanyakan pendekatan yang berhasil jalan bareng beberapa kali.

Apa proses yang paling menarik ketika menggarap buku tersebut?
Proses yang menarik, meminta beberapa teman wanita untuk diwawancara sebagai sample dari kepribadian tiap zodiak untuk memperkuat fakta dari masing-masing wanita yang pernah diajak kencan. Jadi, setiap zodiak ada sekitar 2-3 sample yang diwawancara untuk kenal lebih dalam personality-nya.

Apa kendala yang ditemui saat proses penulisan dan saat wawancara sample?
Kalau saat proses wawancara sample, ada beberapa sample yang kurang terbuka saat menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan dan kadang kesulitan mencari sample yang mau diwawancarai. Kalau dalam penulisan kendala yang dialami adalah ketika menulis harus mengingat kembali perasaan-perasaan yang muncul ketika dekat dengan wanita-wanita itu. Jadi, rasa seperti jatuh cinta, patah hati, ngarep, galau semua campur aduk dan bisa bikin merokok 2 bungkus sehari [padahal kalau beli rokok sebungkus abisnya bisa 3 hari]. Intinya stres gara-gara ngorek-ngorek luka lama

Berapa lama proses garap buku Zodiac Date sampai akhirnya terbit?
Kalau proses nulisnya sih dari akhir Desember 2014 sampai pertengahan Maret 2015. Wawancara sample banyaknya di bulan Februari-Maret.

Apa alasan Acha bikin buku?
Alasan bikin buku sih sebenarnya buku ini diminta sama editor si penerbit.

Maksudnya?
Jadi, karena pernah cerita soal pengalaman ini ke si editor, eh mereka tertarik dan diminta nulis buku deh kelanjutannya.

Jadi sebelumnya emang gak penah kepikiran bikin buku gitu ya?
Tapi kalau dari pribadi sendiri, pengen punya karya yang diterbitkan. Nggak pernah bikin secara serius.

Ketagihan nggak setelah satu buku terbit atau udah punya rencana baru?
Ketagihan sih iya. Bener ternyata nulis itu menyenangkan [asal yang kita pengen tulis ya]. Rencana selanjutnya sih mau bikin buku yg lebih simple dan penuh gambar atau grafis sederhana mirip buku tutorial "how to be intresting" yang udah ada di pasaran.

Apa komentar yang berkesan dari pembaca Zodiac Date?
Komentar yang berkesan ya, ada adeknya temen yang baca dan dia bilang "gila ya ada orang yang segitunya usaha deketin cewek dan gagal terus tapi pantang nyerah. Gue juga mau coba lebih berani deh deketin cewek yang disukain". Berkesan karena ada yang termotivasi untuk mencoba lebih berani dan agresif aja untuk mendapatkan pasangannya.

Apa pesan buat orang yang masih ragu untuk bikin buku padahal dia udah punya materi atau dia sebenarnya berbakat?
Pesannya sih, "Lakukan aja yang terbaik dan tulis apa yang pengen ditulis. Tapi tulislah dengan jujur dan pakai perasaan pribadi. Hasilnya bener-bener luar biasa".

Bagaimana pendapat Acha tentang minat baca buku Anak Indonesia sekarang ini?
Minat baca buku anak Indonesia saat ini kayaknya stagnan tapi cenderung berkurang ya. Soalnya ada banyak media lain yang menyedot perhatian dan waktu mereka. Sebaiknya sih dari pada terlalu sering habisin waktu di socmed apapun itu, lebih baik membaca buku yang mungkin bisa memberikan pengalaman yang tidak bisa didapatkan di socmed. [][foto Acha Salim, transmediapustaka.com]