Nggak Wajib Punya Motor di Komunitas Street Cub
Komunitas

Nggak Wajib Punya Motor di Komunitas Street Cub

by Pohan
Tue, 14-Apr-2015

Serombongan penunggang motor klasik berkumpul di Lapangan D, Senayan [11/04].  Mereka datang untuk meramaikan festival In Between Days: Peace, Love, and Unity. Mereka adalah Komunitas Street Cub, sekumpulan pecinta motor modifikasi Honda 70, Legenda, Grand, Star, Prima, dan Supra, dan merek serta jenis motor klasik lainnya.
 
Sebanyak 14 motor berjejer di dekat FOH In Between Days atas undangan pihak penyelenggara. Tak jarang pengunjung mampir foto bersama motor-motor klasik nan kece itu. LINIKINI pun mengambil kesempatan berbincang dengan Muhammad Faizal, admin komunitas ini.
 
Berikut petikan obrolannya dengan Reporter @pohanpow:
 
Kapan Street Cub Jakarta Timur dibentuk?
Kebentuk resminya belum satu tahun [sejak Agustus 2014], tapi kalau perkumpulannya udah dua tahun yang lalu.
 
Trus, kalian biasa kumpul di mana dan berapa jumlah anggotanya?

Kita biasa kumpul di Banjir Kanal Timur [BKT] yang ada di Duren Sawit persisnya depan rumah sakit. Jumlah anggota sampai saat ini yang terdaftar udah lebih dari 40 orang.
 
Apa saja gaya modifikasi di komunitas ini?
Ada Street Cub, City Cub, Choppy Cub, banyak sih jenisnya. Tapi yang pasti Honda Cub Series.
 
Bagaimana awal komunitas ini dibentuk?
Karena wilayah Jakarta Timur belum ada, ya kami beraniin diri. Awalnya, forum di Facebook. Kami kontak beberapa orang yang ada di JakTim, trus kopdar bareng untuk nentuin lokasi nongkrongnya, dan gimana kelanjutannya dibahas di situ.
 
Jadwal kumpul komunitas hari apa?

Setiap malam Minggu jam 9 malam, abis kumpul kami riding ke tempat komunitas lainnya.
 
Pernah touring?

Karena memang Street Cub, City Cub, Choppy Cub sebenarnya bukan untuk touring, kami coba ke Puncak-Bogor-Ciawi aja.
 
Ada syaratnya nggak sih gabung ke komunitas ini selain punya motor?

Sebenarnya untuk yang pengin gabung, langsung masuk grup di FB. Masalah motor udah punya apa belum, kami tetap welcome. Yang pertama memang dia ada keinginan untuk gabung. Kalau mau bikin motor bisa dibantu builder. Saya salah satunya.
 
Apa sih tujuan komunitas yang kalian bentuk?
Dalam kurun waktu satu tahun pada saat pembentukan, kami udah bikin event tapi rame-rame sama komunitas lain. Kami bikin Cub Series Day trus Cub Series bantu banjir di Jatinegara. Kami saling hobi, tukar ilmu, kami saling bantu.
 
Pernah nggak kalian hadapin masalah di komunitas?
Banyak banget. Apalagi saat pembentukan. Makanya di sini kami nggak ada ketua, tapi lebih ke admin. Kenapa? Karena yang udah udah, ada ketua di komunitas lain pasti ada kecemburuan. Alhamdulillah gue ditunjuk langsung jadi Admin. Awalnya disuruh jadi ketua, gue nggak mau, karena gue trauma komunitas yang pakai ketua gitu.
 
Apa acara yang kalian akan datangi dalam waktu dekat?
Bulan ini kurang lebih ada 3 lokasi lagi yang memang kita akan datangi. Kalau mau kasih undangan bisa lewat e-mail.
 
Menurut kalian, apa yang menarik jadi anak motor?
Solidaritas anak motor itu pastinya lebih kuat dibanding komunitas lain [seperti mobil]. Lebih merakyat kali ya, karena saat ini orang pasti punya motorlah seminim-minimnya. Apalagi kami pake motor jadul, motor yang bisa dibilang kami angkat derajatnya ketimbang motor yang nggak  banget menjadi  jenis motor yang saat ini jadi booming, seperti Street Cub, Choppy Cub, City Cub. Tapi kami percantik sesuai soul pemiliknya.
 
Soal modifikasi motor, budget-nya berapa sih?
Kustom relatif, tergantung konsumen. Tapi saya kasih budget untuk Street Cub paling minimal Rp 3 juta, bahan dari dia. Maksudnya, motor dari dia, atau Choppy Cub yang bisa lebih mahal bisa Rp 10-20 juta.
 
Spare part-nya susah nggak?
Kalau untuk motor Jepang, khususnya cub ini sebenarnya untuk kita yang main klasik [Street Cub, City Cub, Choppy Cub] masih banyak spare part-nya untuk mesin khususnya ready di lapangan. Lebih mahal variasi ya. Maksudnya, modifikasi yang dikeluarkan oleh part racing, atau part built-up. Kalau part motor Cub sih, murah banget.
 
Harapan dengan adanya komunitas ini?
Sebenarnya sih yang kita harapkan kalau dari komunitas yang saat ini sudah berjalan, sosialnya lebih kuat. Trus, pandangan orang terhadap motor Cub ini ternyata kok bisa dimodifikasi secakep ini. Itu yang mereka harus tau. Jadi, nggak harus motor baru untuk diliat sama orang, motor lama pun bisa diperhatikan orang lain tergantung dengan soul yang mereka bawa.
 
Bagi yang tertarik gabung, search di Facebook: Jakarta Timur Streetcub. [][foto dok LINIKINI/@pohanpow, Street Cub Jakarta Timur]