BukBer Kaskus Harley Davidson Lovers
Komunitas

BukBer Kaskus Harley Davidson Lovers

by Pohan
Fri, 10-Jul-2015

Satu persatu anggota Kaskus Harley Davidson Lovers [KHDL] memarkirkan tunggangannya di depan Raja Konro Daeng Naba, Tebet, Jakarta, Sabtu [04/07] lalu. Kedatangan mereka tak lain adalah untuk buka puasa bersama adik-adik Panti Asuhan Kuntum Teratai.


Ini bukan pertama kalinya KHDL menggelar charity. Jadwal 'berbagi' mereka terbilang rutin, setahun bisa dua kali. Biasanya momen Ramadan dan Natal. BukBer dihadiri lebih dari 75 orang, termasuk 50 anggota KHDL.



Acara diisi dengan buka puasa bersama, shalat Maghrib, dan hiburan. Tak cuma itu,  adik-adik dari Kuntum Teratai dan anggota KHDL pun saling menyumbang suara dan "goyang" bersama. Sebagai penutup, KHDL memberikan bingkisan dan donasi kepada adik-adik dan pengurus dari Kuntum Teratai.


KHDL berdiri pada tahun 2013 dari sebuah thread di forum Kaskus. Komunitas ini semula hanya beranggotakan beberapa orang. Namun hingga kini KHDL sudah tumbuh dengan anggota hampir 100 orang, yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Bali, hingga Malaysia.

Anggota KHDL datang dari bermacam background, mulai dari yang termuda berusia 20 tahunan, hingga yang tertua berusia 65 tahun. Motor yang dipakai juga variatif, mulai yang keluaran terbaru, hingga yang keluaran tahun 1948.

Kepengurusan KHDL saat terdiri dari Ketua, Sekjen, dan Bendahara. Komunitas  ini biasa kopdar rutin pada hari Minggu pagi di Menteng, Patiunus, atau Senayan City.

Reporter @pohanpow sempat menemui founder sekaligus Ketua KHDL, Teddy Dwitama. Ia bercerita awal berdirinya KHDL.

"KHDL berawal dari sebuah thread di Kaskus.  Awalnya kami biasa sharing semua informasi tentang Harley karena saat itu cukup sulit mendapatkan informasi tentang Harley dari website-website di Indonesia. Kemudian kami mulai kopdar, city riding, dan touring ke luar kota."

Mengenai citra Harley Davidson di mata masyarakat, Teddy menjelaskan bahwa KHDL berusaha untuk memberikan image positif dengan berperilaku sopan di jalan raya, patuh terhadap rambu lalu lintas dan ikut dalam pelatihan safety riding.

"Karena ketika mengendarai HD atau motor besar, maka 'all eyes on you', jadi kita harus menjaga image pengendara HD atau moge yang sopan."

Selama ini Harley Davidson identik dengan gaya hidup mewah. Namun menurut Teddy, anggapan itu tidak selalu benar karena banyak pengguna HD yang membelinya dengan menabung puluhan tahun. Bahkan ada anggota KHDL yang memang menjadikan HD sebagai kendaraan operasional sehari-hari. [][foto @pohanpow]