Halloween Dari Festival Panen Jadi Pesta Kostum
Lifestyle

Halloween Dari Festival Panen Jadi Pesta Kostum

by Pandu
Tue, 25-Oct-2016

Percaya atau tidak, perayaan Halloween itu sudah berlangsung sejak abad ke-5 SM. Mulanya di tanah Inggris Raya, lalu meluas ke koloni Amerika, hingga kini seluruh dunia.

Sebelum Gereja mengubah Halloween jadi malam para Santo Kudus, penganut Paganisme di masa lalu percaya jika tanggal 31 Oktober adalah hari ketika pembatas antara alam baka dan dunia ini memudar. Mereka menyebutnya sebagai Hari Samhain. Ini yang jadi cikal bakal Hari Halloween.

Sedangkan Halloween atau All Hallows’ Eve adalah malam perayaan para santo dan martir yang meninggal saat perang di abad ke-7. Sekaligus festival panen terakhir menyambut musim dingin. Kalau lebaran kan ada ketupat dan opor. Kalau Halloween itu wajib karamel apel, kue pie labu, dan sup jagung manis. Halloween identik sama labu, karena memang di Eropa dan Amerika lagi musimnya.

Nah kostum hantu dipakai agar setan-setan yang asli terkecoh. Jadi manusia tidak diganggu. Sebelum malam, Santo berkeliling ke rumah-rumah untuk mendoakan agar mereka selamat. Permen, gula, atau garam dipakai untuk upah para Santo. Ini pun masih berlangsung hingga sekarang.

Sejak abad millennium, Halloween dirayakan sebagai pesta kostum. Tidak lagi ada persembahan sesajen. Atau nyanyian kidung untuk mengingat jasa martir. Ya sekadar ajang pesta pora bersama kawan sambil pakai kostum. Boleh pakai kostum hantu, monster, benda, atau aktor tertentu. Yang lagi trends sih topeng Donald Trump dan Hillary Clinton. Kamu mau pake kostum apa? [][teks @HaabibOnta | foto whatsuplife.in]