Derrma, Cara Mudah Berbagi
Lifestyle

Derrma, Cara Mudah Berbagi

by Pohan
Fri, 20-Jan-2017

Alangkah indahnya hidup ini bila saling berbagi. Pasar online pertama yang menggabungkan antara kegiatan jual beli dan donasi, Derrma resmi diluncurkan pada 13 Januari 2016. Derrma bisa jadi alternatif gres bagi penderma seperti yang tertulis di halaman utama situs webnya, ‘Pengalaman membeli & memberi’.

Founder & CEO Derrma, Ragil Bayu Adhi merasa punya tanggungjawab kecil sebagai individu perlu memerhatikan individu lain yang kurang beruntung. “Derrma ingin mengajak orang untuk biasa berbagi lewat cara yang simple [jual barang sekaligus donasi]. Jadi, bisnisnya tetap dapet [uang] dan donasinya juga dapet," ungkapnya.

Kini orang-orang yang tinggal di perkotaan terbiasa berbelanja online. Mereka tidak perlu stres macet-macetan ke pusat perbelanjaan. Jika ingin memberikan derma kepada orang yang membutuhkan bisa dilakukan secara online. Tidak perlu ke lapangan. Derrma menggabungkan dua kebutuhan tersebut sekaligus.

Derrma pasar online yang menjual barang baru dan barang bekas sambil memberikan donasi. Sistem yang ditawarkan, penjual wajib menentukan sendiri berapa persen dari 1-100% yang bakal didonasikan dari harga jual barang. "Ini hal yang positif. Selain jualan kita bisa sambil bantu sesama," tegas Ragil.

Ragil membangun Derrma secara independen berbekal inisiatif dan modalnya sendiri. Ia sibuk memperkenalkan Derrma yang masih menemukan sandungan. “Kendalanya, mungkin saat ngenalin atau ngajak yayasan terkait Derrma. Hampir rata-rata belum aware sama digital [khususnya di daerah],” kata pria berkacamata ini.

Menariknya, penderma bisa menentukan atau memilih yayasan yang bekerja sama dengan Derrma dalam menyalurkan donasi mereka. Mereka juga bisa ikut memonitor hasil donasi lewat fitur riwayat donasi yang ditampilkan secara transparan pada tiap halaman yayasan.

Yayasan yang sudah terdaftar seperti Aksi Cepat Tanggap, Care4Kids Indonesia, MI Terpadu AR Rohman, Nyfara Foundation, Panti HAFARA, Yayasan Al Madina Surabaya, Yayasan Civismo Indonesia, Yayasan Darul Ulum Ambalawi, dan masih banyak lagi. [][teks @pohanpow | foto derrma.com]