9 Kebiasaan Buruk Penghambat Produktivitas
Lifestyle

9 Kebiasaan Buruk Penghambat Produktivitas

by Hagi
Mon, 12-Jun-2017

Tingkat produktivitas manusia ditentukan bukan hanya dari karakternya, tetapi juga dari kebiasaan-kebiasaan dan gaya hidupnya. Berikut ini adalah daftar kebiasaan buruk yang menghambar produktivitas yang LINIKINI sarikan dari inc-asean.com.

1. Menjelajah internet secara impulsif. Sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang perlu 15 menit untuk fokus ke pekerjaannya. Begitu melakukannya, Anda akan masuk ke dalam euforia dengan peningkatan produktivitas yang disebut “flow”.

Ketika flow atau fokus ke dalam pekerjaan, manusia akan lima kali lebih produktif ketimbang yang tidak fokus. Tetapi saat gatal memeriksa lini masa di Facebook, Twitter, dan mengklik tautan berita menarik, Anda akan keluar dari flow. Dan perlu 15 menit lagi untuk masuk ke dalam kondisi tersebut. Tanpa sadar, Anda sudah membuang waktu produktif.

2. Perfeksionistis. Kebanyakan para pekerja kreatif menghabiskan banyak waktu untuk berdiskusi dan membangun ide serta menyempurnakan konsep. Tapi karena terlalu asyik mengasah ide, mereka lupa untuk memulai. Atau, boleh jadi, karena mereka tahu bahwa idenya belum lengkap.

Manusia cenderung membeku karena tahu saat idenya tidak sempurna. Padahal, seperti juga tumbuhan, ide perlu waktu untuk berkembang. Faktanya, kalau kita tidak memulai, bagaimana kita bisa memperbaiki dan menyempurnakan gagasan? Penulis Jodi Picoult bilang, “Anda bisa mengedit tulisan yang buruk, tapi Anda tak bisa mengedit halaman yang kosong.”

3. Terlalu banyak meeting. Rapat ini dan itu akan banyak melahap waktu berharga Anda. Orang yang produktif akan menghindari terlalu banyak meeting, walau mereka merasa diharuskan untuk itu. Atau, jika terpaksa, setiap peserta meeting diminta untuk datang tepat waktu dan melaksanakan meeting dengan efektif dan efisien.

Hindari pembicaraan yang out of topic dan fokus kepada tujuan meeting. Tak perlu juga terlalu detail yang menghabiskan banyak energi. Karena hal-hal yang lebih spesifik bisa diatur atau dilanjutkan lagi di pertemuan yang lebih kecil sehingga tidak makan waktu.

4. Langsung menanggapi email. Bagus sih, tapi kan nggak semua email minta ditindaklanjuti langsung. Orang produktif tidak akan membiarkan datangnya email menjadi gangguan konsentrasi mereka. Mereka punya jadwal khusus memeriksa dan menjawab email, sehingga tidak mengganggu waktu produktif mereka.

Selain punya jadwal khusus, mereka juga mengklasifikasikan email prioritas dan yang tidak terlalu penting. Beberapa orang bahkan membuat semacam email otomatis yang akan memberitahukan pengirim kapan mereka akan direspons.

5. Menekan tombol snooze. Saat tidur, otak kita bekerja melalui serangkaian siklus rumit. Otak kita juga mempersiapkan kita untuk waspada saat kita hendak bangun. Ini makanya kita sering terbangun sebelum alarm berbunyi.

Saat Anda menekan tombol snooze waktu alarm berbunyi, waktu waspada ini akan hilang, dan Anda akan terbangun dalam kondisi lelah. Bukan hanya lelah, Anda pun akan merasakan sakit kepala. Penderitaan ini akan makan waktu berjam-jam sebelum menghilang. Jadi, agar terhindar dari masalah lelah dan pening, sebaiknya Anda langsung bangun saat alarm berbunyi dan bergegas mandi.

6. Multitasking. Melakukan banyak pekerjaan dalam sekali waktu adalah pembunuh produktivitas sejati. Penelitian di Stanford University menegaskan bahwa multitasking tidak lebih produktif ketimbang mengerjakan satu tugas dalam satu waktu.

Orang-orang yang secara teratur mengalihkan perhatian tidak mempunyai cukup kapasitas untuk mengerjakan banyak tugas sekaligus. Pelaku multitasking memiliki lebih banyak masalah dalam mengatur pemikiran mereka dan menyaring informasi. Mereka akan lambat beralih dari satu tugas ke tugas lainnya, dan ini membuat waktu mereka tidak akan lebih produktif.

7. Menghindari tugas berat. Energi mental yang kita miliki, jumlahnya terbatas. Saat energi ini habis, produktivitas kita menurun drastis. Pengambilan keputusan di saat lelah tersebut tidak akan sebaik saat energi mental kita masih prima.

Tugas berat memang acap kali mengintimidasi. Mereka menuntut perhatian dan energi yang besar untuk diputuskan. Jika menunda tugas berat hingga larut malam, Anda menempatkannya pada waktu-waktu terburuk, karena sudah amat kelelahan. Untuk mengatasi kesalahan pengambilan keputusan karena terlalu lelah, selesaikan tugas berat saat pikiran masih segar.

8. Menggunakan gadget di tempat tidur. Kegiatan ini amat sangat mengganggu kualitas tidur dan merugikan produktivitas. Pasalnya, panjang gelombang sinar biru yang keluar dari gadget sangat mempengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan kualitas tidur.

Di pagi hari, sinar matahari mengandung konsentrasi tinggi gelombang sinar biru yang menghambat produksi hormon melatonin. Akibatnya, kita tidak ngantuk. Nah, sore hari, saat sinar matahari dan sinar biru meredup, tubuh memproduksi melatonin dan kita mengantuk. Penggunaan gadget saat hampir tertidur membuat Anda malah lebih terjaga dan waktu istirahat yang baik tersita.

9. Mengonsumsi terlalu banyak gula. Glukosa berfungsi sebagai pedal gas untuk energi di otak kita.

Kita membutuhkan glukosa untuk berkonsentrasi pada tugas yang berat. Kekurangan glukosa kita akan lelah, tidak fokus, dan lamban. Tapi terlalu banyak glukosa akan bikin kita gelisah dan tidak bisa berkonsentrasi. Kita perlu memilah asupan.

Donat, kopi manis, dan minuman energi lain menghasilkan dorongan energi hanya 20 menit. Habis itu, hilang semua. Oatmeal, beras merah, dan karbohidrat kompleks melepaskan energi secara perlahan yang memungkinkan kita mempertahankan fokus. [][teks @evaevilia666/inc-asean.com | foto katemangostar/Freepik, jcomp/Freepik]