LINIFIKSI: Fiksimini Herti Windya
LiniFiksi

LINIFIKSI: Fiksimini Herti Windya

by Yogira
Mon, 15-Aug-2016

Nenek bilang, jangan pernah aku bertanya tentang ayah. Sebab nenek tidak pernah tahu keberadaannya.

Nenek bilang, sejak aku berumur tiga tahun, ibu juga  pergi untuk mencari uang agar aku bisa sekolah tinggi agar menjadi seorang pilot.

Sekarang umurku delapan tahun. Kok ibu lama sekali tidak pulang?  Setiap hari aku menunggu ibu pulang.

Nenek bilang, ibu dulu perginya naik kereta. Makanya, aku dan nenek mencari nafkah dekat stasiun kereta dengan berjualan minuman, sembari mencari ibu.

Nenek bilang, ibu rambutnya panjang, kulitnya putih. Nenek bilang, “ibumu cantik”.

Aku jadi yakin, ibuku  cantik.  Setiap aku bertemu dengan ibu cantik berambut panjang, aku bertanya;“ Apakah ibu cantik ini ibuku?” semuanya menggeleng.

Aku naik kereta dari stasiun dari ujung sampai ke ujung. Aku tidak pernah menemukan ibu.

Aku berdoa supaya aku bisa bermimpi menemukan wajah ibu. Lima tahun membuatku lupa bagaimana wajahnya. Ibu  tidak pernah difoto.

Hari ini, di stasiun aku melihat ibu cantik. Aku yakin ini ibuku. Sebab ia tersenyum padaku. Ia juga melambaikan tangannya untukku.

Benar! Ia ibuku! Aku yakin itu. Aku melihat senyum manisnya dari balik kaca jendela kereta. Aku harus mengejarnya! Aku kangen ibu.  Aku berlari mengejar pintu kereta yang makin jauh.

“Ibu…Ibu! Tunggu aku! Aku ikut Bu! Aku kangen sama Ibu!”

Sayang, ibu tak mendengar suaraku. Ia membiarkan kereta itu membawanya. Membawa rasa rinduku pergi jauh. Aku hanya mendengar teriakan dan isak tangis nenek.

Kerumunan orang mengelilingi tubuhku. Mereka bilang, kasihan anak ini. Sekarang nenek yang tidak bisa mendengar suaraku. Padahal dari tadi aku memanggil.

“Nenek…nenek! Aku tadi melihat ibu” Tapi nenek malah menangis kencang saat orang-orang menutupi tubuhku dengan koran***. [][ilustrasi gambar @riansaputra]


Herti Windya, seorang pekerja, commuters, pelintas rel Bekasi-Jakarta 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Jangan lupa, sertakan biodata singkat dan foto menarik. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya!