LINIFIKSI: Puisi Arwinto Syamsunu Aji
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Arwinto Syamsunu Aji

by LiniFiksi
Mon, 05-Sep-2016

Apologia

        --- lelaki yang banyak kehilangan

Ke mana aku harus pergi, kalau bukan pada pengembaraan sunyi
yang dikungkung dan ditelikung teka-teki
Penggalan-penggalan kisah dan prasasti kekalahan yang terbaca
belum usai memerahkan langit senja

Aku telah ditinggalkan nama puluhan bunga
sekaligus dikutuk waktu agar terus mengembara
menuju pertemuan-pertemuan yang hilang janji
mengerik dinding berlumut batinku sendiri

Kepada rumah-rumah gelisah yang memberati tubuh
terkadang aku utus bentara-bentara puisi
kelak biji abad kuharapkan tumbuh
di pelataran keyakinan dan sunyi

                                                        2015

Tali Jemuran

Menaraku adalah kumandang matahari
berkokok hingar hingga sore mengemasi
riwayat-riwayat yang terlampau getas untuk diikat jadi abadi

Ayat-ayat hujan yang tengah disemaikan di dataran lain
dari ingatan ini, melempangkan jalan nyanyian
meloncat dari rongga kerongkongan sunyi :
milikku juga si tuan yang telah berhitung
kemungkinan-kemungkinan sejak pagi

Aku bukan jembatan besi dan beton yang
menyeberangkan segala harapan dan mimpi
tetapi titian tak terkutuk yang tak bisa diabaikan
penuh jumawa, seumur langit seumur bumi

Setiapkali aku dipaksa jadi bahu
memikul berat-ringan beban kelahiran ini
tanpa lencana dan kebanggaan-kebanggaan diri
yang bisa kau unduh dan sematkan di bahu kanan-kiri

Hanya kesetiaan untuk menempuh
riwayat tanpa kecamuk, senantiasa mesti kumiliki ---
tak peduli hatiku gaduh atau sarang nyeri

                                                            2015

Saat Pantai Membaca Puisi

Saat pantai membaca puisi
seorang kakek membiarkan rambut putih di kepalanya
memohon maaf atas kecemburuan pagi





Arwinto Syamsunu Ajie, lahir di Kebumen, 3 Maret. Puisi-puisinya dipublikasikan di sejumlah media massa, antologi bersama, dan 2 kumpulan puisi tunggal: Tubuh Penuh Catatan [Act. Publishing, 2009] dan Langit Bersorban Awan [Teras Budaya, 2015].

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Jangan lupa, sertakan biodata singkat dan foto menarik. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []