LINIFIKSI: Puisi Sri Wintala Achmad
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Sri Wintala Achmad

by LiniFiksi
Mon, 03-Oct-2016

Menunggu Saat

Sebagaimana gelandangan
kita mensyukuri bintang-bintang, selain
lilin yang menyala di setiap pesta kelahiran
 
Semasih ada kesempatan
kita menyerap musim-musim yang lewat, sebab
rerumput pun abadi terhampar di jiwa pengembara
 
Apabila tiba saat, niscaya kita kabarkan kepada-Nya
bahwa suka atau duka yang dikaruniakan
gemulai sudah bagai bunga-bungai ditiup angin
 
                                                    Yogyakarta-Cilacap, 2016
 

Sketsa Negeri Sampah

Di setiap singgasana tong sampah
Tuhanmu bertakhta sebagai raja
bagi orang-orang yang
menghambakan rasa lapar
melampaui potret pacar mereka
ke dalam mazmur musim panas
 
Lantaran sakit yang menggerogoti jiwa
oleh ribuan virus berjubah dajjal
orang-orang mengungsikan ketakberdayaan
ke jantung rumah kudus
buat mensujudkan nasib buruk mereka
 
Di negeri sampah dengan orang-orang sampah
Tuhanmu dimonumenkan sebagai patung emas
dipuja siang-malam, meski
dari hati paling manusia
sesungguhnya ia tak ubah mumi yang
berbaring anggun di keranda kristal kesangsian
 
                                                    Yogyakarta-Cilacap, 2016
 

Perihal Tulang Rusuk

Udara malam merunduk
pada setiap lelaki yang
melilitkan otot-otot Adam
ke tulang rusuk Hawa
 
Perempuan melenguh jauh
ketika menatap berjuta-juta tulang rusuk Hawa
meringkuk takluk di tangan setiap Adam
 
Bagai seekor keledai
perempuan menyusun langkah gontai
digerai-gelung stasiun kota
dicopot tulang rusuk kereta
perempuan tiada suka
 
Pagi buta, perempuan pergi ke surga
barangkali Tuhan merelakan
sebatang tulang rusuk-Nya
 
                                        Yogyakarta-Cilacap, 2016


[][ilustrasi gambar @riansaputra | foto dok pribadi Sri Wintala Achmad]


Sri Wintala Achmad, pernah kuliah di Fak. Filsafat UGM Yogyakarta. Menulis dalam tiga bahasa [Inggris, Indonesia, dan Jawa]. Karya-karyanya dipublikasikan di banyak media. Karya tulisnya sudah banyak dibukukan, baik secara antologi maupun tunggal. Nama kesastrawanannya dicatat dalam: Buku Pintar Sastra Indonesia [Pamusuk Eneste, Penerbit Kompas].

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Jangan lupa, sertakan biodata singkat dan foto menarik. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []