LINIFIKSI: Puisi Setiyo Bardono
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Setiyo Bardono

by LiniFiksi
Mon, 24-Oct-2016

Hai[Kereta]Ku


/1/

bantalan kayu
bertilam keras batu
menjaga laju

/2/

titian besi
keseimbangan diri
merawat nadi

/3/

sinyal cahaya
kerlip bintang di mata
memandu raga

/4/

stasiun singgah
jeda menanak resah
rindu membuncah

/5/

pintu terbuka
arus jejalan kata
riuh suara

/6/

pintu tertutup
mulut rapat mengatup
kendali hidup

/7/

gemuruh langkah
tekun meniti arah
merajut hikmah

/8/
bulir keringat
derak laju tersendat
memanen hujat

/9/
di simpang jalur
lidah wessel mengatur
harmoni alur

/10/
akhir tujuan
awal keberangkatan
menggurat pesan

                        Depok, 17 Agustus 2016

[][ilustrasi gambar RianSaputra | foto dok pribadi Setiyo Bardono ]



Setiyo Bardono, TRAINer [Penumpang Kereta Listrik] jurusan Depok – Gondangdia, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah [Arus Kata, 2007], Mimpi Kereta di Pucuk Cemara [PasarMalam Production, 2012], dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta [eSastera Malaysia, 2012]. Novel karyanya: Koin Cinta [Diva Press, 2013] dan Separuh Kaku [Penerbit Senja, 2014].

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Jangan lupa, sertakan biodata singkat dan foto menarik. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []