LINIFIKSI: Puisi Edrida Pulungan
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Edrida Pulungan

by LiniFiksi
Mon, 31-Oct-2016

Melukismu dengan Puisi di Peron

Hati kami beradu
Dengan suara gerbong kereta
Yang melewati peron
Suara gemuruh riuh
Tidak mampu menghentikan denyut, degup rasa bahagia.
Akhirnya kami terpilih menjadi pasangan pujangga
Meneguk manisnya madu dari sari pati kata
Oh kata, apakah sudah berubah menjadi kuda pelana?
Berlari mengantarkan kami ke panggung karpet merah
Tepukan tangan membahana dan mata berbinar
Mereka yang menyimpan kagum di bilik hatinya

Akh..Februari yang indah
Aku dan kamu adalah dua insan pengelana
Yang beradu kata menebus makan
Aku merasa damai saat kita beradu rasa dan asa
Seolah membelai-belai rasa dan menyapa bahagia
Agar selalu menghadirkan wajahnya
Melukismu dengan puisi di panggung karya
Dengan temaram malam
Dan lilin yang memancar fijar-fijar rasa

Aku genggam jemarimu yang menari
Dari goresan tinta hitam di kertas putih buram
Melukis puisi di peron
Mengirimkannya pada hatimu yang berpenghulu

Sayang aku tak bisa berikan kamu seribu puisi lagi
Karena engkaulah bait yang selalu ingin kulengkapi
Sepanjang hidupku.


Antara Hujan dan Pelukan

Hujan selalu mengirimimu tetes-tetes harapan
Menumbuhkan tunas-tunas hijau di jiwa
Jiwa yang tandus kering kerontang
Tak tersentuh pelukan
Saat senyuman pun hilang

Hujan datanglah dengan pelukan
Damaikan dan sejukkan jiwa yang membisu diam
Hujan berilah jeda dalam waktu yang tidak berkesudahan
Paripurnakan dengan keheningan
Dan tetes-tetes rinai hujan yang jatuh menyentuh pipi

Hujan menemani sepotong rasa yang  menepi
Dari riuhnya gemuruh gelisah
Dari ungkapan janji yang tak berujung
Dari harapan dan keinginan yang tertunda
Dari wajah-wajah yang bermetamorfosa
Dari setiap perjalanan yang tak berujung kemana
Dari semua  pesona yang dilepas untuk  pergi

Hujan temani diri pada rindunya hati untuk kembali
Memeluk sepotong mimpi dan diri yang sendiri
Menjenguk kenangan yang satu persatu pergi
Dan berakhir dengan senyuman kedamaian
Karena hujan mengirimkan satu pelukan damai

[][ilustrasi gambar RianSaputra | foto dok pribadi Edrida Pulungan ]


Edrida Pulungan lahir di Padang Sidimpuan 25 April 1982. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan [2000-2006], S2 Hubungan Internasional Universitas Paramadina [2010-2012].  Pendiri Lentera Pustaka Indonesia juga pernah menjadi dosen selama 5 tahun, dan trainer public speaking Group Training Northern Territory [GTNT], Australia. Karya tulisnya berupa fiksi maupun nonfiksi dipublikasikan di beberapa media dan buku. Antologi puisi terbarunya berjudul Perempuan yang di Keningnya Kutanam Mawar dan Kamboja. Kini penulis tinggal di Depok.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Jangan lupa, sertakan biodata singkat dan foto menarik. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []