LINIFIKSI: Puisi Yoga Palwaguna
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Yoga Palwaguna

by LiniFiksi
Mon, 28-Nov-2016

Gerhana Rasa

Gemintang pecah di jendelamu
Bulan membeku di teras depan
Sepi beranak pinak di beranda
Aku hanya bisa jauh merindu

Gerhana telah jatuh di pelupuk mata
Setapak hilang ditelan bayang cahaya
Kita berpisah lagi, sayang
Dalam ketersesatan kita masing-masing

Telah binasa sebuah masa
Tak tersisa bahkan dalam tukar pandangan
Antara dua mata yang pernah saling merasa
Ya, cinta memang bukan pengabul segala doa

Langkah menorehkan jarak
Menumpulkan ingatan demi ingatan
Tapi kenangan tak lantas lenyap ditelan lupa
Setiap kita saling jumpa
Luka itu akan selalu ada


Nyi Tarum

Nyi Tarum tergolek lemah
Dalam sebuah sekarat panjang
Menangis sampah
Bernanah limbah

Nyi Tarum menjerit
Dicekik anak sendiri
Hilang keramat
Ibu dan anak

Nyi Tarum bergidik ngeri
Melihat rupa sendiri
Elok tubuhnya dulu
tinggal busuk menusuk

Hujan mengusap wajah Nyi Tarum
dalam perjumpaan paling menyedihkan
Nyi Tarum tak pernah memeluk balik
Ia hanya terbaring kering

Nyi Tarum menunggu mati


[][ilustrasi gambar RianSaputra | foto dok pribadi Yoga Palwaguna]


Yoga Palwaguna, seorang buruh yang menemukan kesenangan dalam membaca dan menulis. Aktif di Kawah Sastra Ciwidey.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Jangan lupa, sertakan biodata singkat dan foto menarik. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []