LINIFIKSI: Puisi Pemppy Ceissar S.
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Pemppy Ceissar S.

by LiniFiksi
Tue, 13-Dec-2016

Surat untuk Ning

Aku melihat ribuan gagak melubangi dadamu
Meludahi ketulusan pada bahumu
Di ingkar senja yang kesekian
Celaka juga lara tak mempan lagi disuguhi doa
Jiwa jiwa buntung itu yang bertarung
Namun kau yang berdarah

Ning,
Sakral hidupmu adalah taman kekeliruan
Sudah api sudah air kusiram hingga palung ingatanmu
Tapi tak sebatang cinta tumbuh
Meski kutanam air mata yatimku dalam jiwamu
Aku hanya semakin mampus dan terasing
Layaknya debu yang lancang menyebrang di matamu  


Amnesia

Tlah ku tinggalkan darah jua tulang belulang
Yang dikaramkan bangkai api, batu perak hingga siksa
Berbaur menyuburkan tanah basahmu
Tidakkah cukup membuatmu satu
Tlah kutinggalkan segala gentar dari nadiku
Jua sepenggal kisah yang haru
Tentang ribuan bahu yang saling menumpu
Meski berdesakan dengan mautnya sendiri
Tidakkah cukup memenggal keserakahanmu
Tlah ku tinggalkan ratusan pesan
Yang bergerilya siang dan malam
Mengetuk tiap pintu zaman yang lalai dan kekinian
Tidakkah mau kau mengeja dan mengingatnya
Sebelum sepi menjadi kembang buta pertiwi

Pemppy Ceissar S. Lahir di Jakarta, 8 juni. Senang menggeluti dunia kepenulisan [puisi] dan fotografi. Karya puisinya sempat dimuat di oase kompas,radar seni, kumpulan fiksi, competer dan antologi bersama: Long Distance Relationship [Penerbit GP].

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Jangan lupa, sertakan biodata singkat dan foto menarik. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []