LINIFIKSI: Puisi Ariel Anwar
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Ariel Anwar

by LiniFiksi
Mon, 19-Dec-2016

Percakapan dengan Kelahiran

Ibu, aku mengundangmu singgah
Dalam sajak laparku yang tiada menyudah
Mengantongi bekal secangkir darah
Biar mukaku malu bernanah
 
Karena aku, Ibu
Lahir dari jeritanmu ketika tangisku menggedor dinding rahimmu
Meski sudah itu lupa
Lahir untuk apa
Ada tanpa tahu diutus siapa
 
Ibu kelahiran adalah kekalahan manusia melawan kematian
Kita termasuk golongan yang dilupakan sebelum dilahirkan
Maka hidup hanya ruang tunggu resah pada sudahnya kita kalah
 
Ibu, ziarah segala do’a
Aku masih tak tahu apa yang hendak kubuat
Aku Atlas yang memangku dunia cucu-cucuku
Biar mereka lepas dari kesakitan dan kenistaan
Karena dunia hanya mengajarkan bertahan hidup
dengan membinasakan yang lain
 
Maka, Ibu, kematian mesti disambut dengan tepuk tangan
Karena ia melarikan kita dari kesakitan
Tangisan hanya mengganggu kita di hadapan nisan
Tangisan hanya ritual kosong untuk cepat melupakan
Sementara kita dihisap sehening batu
Berhimpitan dengan tanah dan pertanyaan.
 

Pesan

Jangan hendak berhenti disini
Ibu telah kirim kita surat, sebuah tangisan
Tuntutan agar lekas meninggalkan kesepian
Ke sebuah negeri
Sebuah mimpi yang berlindu
 
Kita adalah batok belulang
yang dipanggu tanah kelahiran kita
Bersama sungai dan sengit lempung
Yang mengendap di keheningan malam, dekapan dalam surat panjang
 
Kita merdeka lalu pupus oleh usia
Tujuan dari harapan yang bergulung
Bergetar di ketinggian mata kita
Sepanjang kekacauan dari tidur yang terlalu lelap
Dan kaca yang terlalu retak
Memantulkan jiwa kita yang rusak
 

[][ilustrasi gambar RianSaputra]
 
Ariel Anwar. Puisi-puisinya terhimpun dalam beberapa antologi. Sajak Anak Negeri, Nyanyian Bocah Parau, Tunggu Akku Mengucap Cinta, Risalah Perjalanan, dan Pulangnya Debu-debu. Kini bermukim di Yogyakarta sebagai pengangguran.

----------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Jangan lupa, sertakan biodata singkat dan foto menarik. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []