LINIFIKSI: Fiksimini Kukuh Giaji
LiniFiksi

LINIFIKSI: Fiksimini Kukuh Giaji

by LiniFiksi
Mon, 16-Jan-2017

Dendam

Dia telah menua, terlihat beberapa bekas sabetan dan luka bakar di sekujur tubuhnya, bahkan warna kulitnya telah berubah dari terang menjadi kusam.  Matanya kini kurang awas, dan organ tubuhnya berulang-kali digonta-ganti agar seolah-olah tampak baru raganya. Sepanjang hidupnya tiada terhitung berapa kali ia diteror tanpa sebab.
Padahal telah sekian kali juga ia memohon ampun kepada mereka yang disebutnya para penjarah.

“Aduh sakit!” Katanya tanpa suara, suatu ketika beberapa kerikil mendarat di tubuhnya tanpa ampun dibarengi suara tawa anak-anak

“Hentikan!” Katanya tanpa suara.

Suatu ketika manusia-manusia berpakaian serba gelap melucuti beberapa bagian tubuhnya hingga ia terpaksa kehilangan kaki- kakinya dan organ dalam tubuhnya. Atau suatu ketika, sekelompok manusia yang tengah dipenuhi gejolak amarah tetiba saja menggelindingkannya  lalu menyiramkan bensin ke sekujur tubuhnya dan selanjutnya api merah nyala membara menyapu bersih dirinya, disambut ledakan dan teriakan gemuruh kemenangan. “Apa salahku?” Katanya lirih ketika tubuhnya dibiarkan begitu saja tergolek di rel.

Dia telah menua tetapi masih saja dipaksa untuk mengangkut ribuan manusia yang kerap kali berperangai semena-mena kepada dirinya.

Kadang-kadang, ia berharap ada masa datang, dia bisa membuat perhitungan  dan berjanji akan membalas dendam kesumatnya entah bagaimana caranya walau ia hanyalah sebuah kereta api tua. ***

[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok. kukuh giaji]

Kukuh Giaji lahir di Semarang, 1993. Ia menyelesaikan studinya dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Kegiatan menulis telah digemarinya sejak usia dini dan aktif mengelola website pribadinya: kukuhgiaji.com

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []