LINIFIKSI: Puisi Subaidi Pratama
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Subaidi Pratama

by LiniFiksi
Mon, 30-Jan-2017

Melepas Doa

Di hutan dadaku
Aku lepaskan doa dari hari-hari yang lalu
Lewat jalan masa depanmu yang basah
Bagai deras sungai terhempas di tebing lamunan
 
Kulihat dari tahun-tahun yang berguguran
Tujuanmu tampak jauh meninggi
Berharap menggapai bayangan diri
Di antara musim demi musim kau raba cuaca
Membangunkan mimpi-mimpi di dalamnya
 
Mungkinkah keinginan-keingan lain telah bercabang
Bagai pohon waktu di lorong rahasia
Tumbuh hijau selamanya
Di bawah tanggal dan bulan luruh
Kau lukis senyum dengan sejuta tetes airmata
Kau abadikan di kertas-kertas sepi
Tempat aku mengungsikan kenangan
Sekaligus mencari tujuan
 
Ke mana jejak-langkah mesti ditepikan
Kau tetap jendela
Sekaligus ruang dan penghuninya
Menabur pukat kata-kata
Dari getar pucuk pena
 
Kini apa yang tampak dari puncak
Pemandangan gembira di dasar hatimu
Sedangkan doa-doa baik saling menyalak
Saat di mana kau dan aku merasa seperti waktu
 
;berlalu dan saling merindu
                                                       Jadung, 2016
 
 

Di Sebuah Pasar Ikan

 
Awal Juli yang lalu
Aku berjalan melewati pasar ikan
Beberapa ratus pasang mata
Merekam jejak gelombang, arus, buih asin, karang, sampan
Dan segenap perangkat lautan
 
Dari sebuah pintu gerbangnya terlintas bayang-bayang harga
Betapa mahalnya perjumpaan saling menawarkan rencana
Saat tiba di ruang pasar
Orang-orang sibuk menjual dusta
Dan aku membelinya dengan rasa kasihan
Sebelum laku di pasar-pasar lain yang lebih asin
 
Tak jauh dari selatan lorong rumahku
Setiap pagi pasar ikan itu sesak pembeli
Tampak para penjual yang tabah
Dan para pembeli yang selalu ingin murah
 
Adakah ikan-ikan yang rindu pukat para nelayan
Bibirku amis tersebar di seluruh daratan
Menjelma sisik dan tulang
Serta daging busuk yang tergenang
                                                        Jadung, 2016


[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok pribadi Subaidi Pratama/facebook]

Subaidi Pratama, lahir di Sumenep, 11 Juni 1992. Puisinya dimuat banyak media dan terkumpul dalam antologi “Festival Bulan Purnama” Trowulan Mojokerto 2010, “Bersepeda Ke Bulan” Yayasan Haripuisi Indonesia 2014, “NUN” Yayasan Haripuisi Indonesia 2015 dan “Ketam Ladam Rumah Ingatan” Lembaga Seni & Sastra Reboeng 2016. Alumni PP. Annuqayah tahun 2010. Kini bergiat di komunitas sastra Malam Reboan di kota Malang.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []