LINIFIKSI: Puisi Dian Rusdiana
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Dian Rusdiana

by LiniFiksi
Mon, 06-Feb-2017

Berlayar di Laut Kenangan

di bawah kilauan senja
matamu berkisah tentang debur kesunyian
perlahan bulan hadir bersama ombak kerinduan
dan merangkul hujan pada setiap impian

saat malam menyimpan desir pasir
kau siapkan perahu untuk berlayar
mengajakku mengarungi kenangan
yang telah menjelma menjadi lautan

tiba tiba malam terasa begitu senyap
hanya suara angin menderu harap
dengan sampan sabar
kita meniti gelombang zikir
hingga sampai ke pesisir
                                           Bekasi, 2015



Luka Bumi

tubuhmu adalah harapan
tempat menanam kerinduan
dengan tarian hujan
yang senantiasa merawat rerumputan
 
kudengar ratapmu dalam kepiluan
saat pabrik pabrik mengusir persawahan
cerobongnya terus menikammu dengan hujan karbon
dan mengirimkan nyeri hingga dadamu sesak oleh tangis
 
kukuburkan mimpi pada hutan yang terbakar api
kulangitkan duka pada gumpalan asap dan debu
matahari terus mengkultuskan terik di wajah pagi
dan nyanyian pedihmu tak usai memecah hari

aku akan meraihmu dalam genggamanku
merangkai warna bunga di tamanmu
menebar benih padi pada lahan basah
dan menghijaukan musim di tanahmu yang remah
                                                                   Bekasi, 2015
 
 
 

Pantai Pakis di Kegelapan

kau dan aku berjalan kaki tanpa alas
menyusuri pantai Pakis
di penghujung kegelapan
gemuruh ombak yang tersembur di kesunyian
seakan menyimpan misteri tanah selatan
 
kita memandang ke langit kelam
tatapan bulan terlihat dengan sinarnya yang kusam
kerlip bintang yang hanya sebentar datang
dan kemudian hilang ke liang hitam
 
lalu kita nyalakan api unggun
agar dapat melihat kobar impian
di tepi pantai kita mengembara mencari kata
untuk puisi yang akan ditulis saat langit belia
 
di atas pasir kita tersesat di rahasia masa silam
seperti kembang api yang kita nyalakan kemudian padam
karena sumbunya telah habis terkikis gerimis
dan kita tetap setia menanti seberkas sinar tipis
                                                              Karawang, 2015
 

[][Ilustrasi @riansaputra | foto Dian Rusdiana]

Dian Rusdiana, lahir di Jakarta 14 September 1978. Puisi-puisinya dimuat di beberapa media massa dan antologi bersama. Saat ini berkegiatan di komunitas Forum Sastra Bekasi [FSB]. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []