LINIFIKSI: Puisi Muhammad de Putra
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Muhammad de Putra

by LiniFiksi
Mon, 20-Feb-2017

Pulau Boneka

:-: Don Julian Santana
 

sudah kesekian kalinya engkau mengunjungi pulau ini,
juga layaknya kali ini. kaudatang tanpa membawa apa-apa.
 
La Isla de la Munecas
La Isla de la Munecas
La Isla de la Munecas
 

***
 
Don, teruslah bertapa
menepis lima puluh tahun hidupmu
ingatkah kala perdana kaupijaki Pulau Boneka?
 
kaumembawa bonekaboneka mulus
berjiwa tulus bermakhluk halus.
 
kauberharap mata bonekaboneka itu
akan memata-matai para pengunjung di pulau kita.
 
syahdan, Don Julian.
kaumenaburi boneka di pulau ini
untuk menenangkan jiwaku yang bocah jiwa yang menjadi tragedi
menggantung aroma mistis dan takhyul.
 
La Isla de la Munecas
La Isla de la Munecas
La Isla de la Munecas
 

***
 
negeri setan Pulau Boneka
            setan Pulau Boneka
                      Pulau Boneka
 
seironis malam di Pulau Boneka
Don Julian tewas tenggelamlah
Di kanal yang menenggelamkan diriku.
 
katakan pada pengunjung, Don!
bawalah boneka berdosa
penenang jiwa gentayangan.
                                                Dunia Sastra | 2016

 

Tangan Waktu

 
“Kutinju usiamu,
akan aku buat kaumemar
dalam luka-luka waktu.
takkah kaulihat gepalan tanganku ini?”

 
ah kadang di situ aku merasa sakit
saat aku berusaha
untuk menenangkan tanganmu
yang kadang liar
menerima kebahagiaanku
memahami hidup.
 
pagi ini kaumeminum kopi dalam cangkir bibirku
siangnya kaumenonton film komedi di mataku yang sayu
jangan-jangan malam ini kau akan membunuhku
menusuk segala kesakitan ini oleh tanganmu yang berurat
 
uh, lebih baik kuambil saja tanganmu
agar aku tak mati dalam dekapan
dan aku akan menjadi
manusia bertangan empat:
dua tanganku
dua tangan waktu, tangan-tanganMu

                                                Gubuk Sastra | 2016


[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok Muhammad de Putra]


Muhammad de Putra, kelahiran 14 April 2001. Siswa kelas VIII SMPN 6 Siak Hulu, Kampar. Puisi-puisi telah tersebar di pelbagai media massa di Indonesia.  juara 1 lomba Cipta Puisi di Bulan Bahasa UIR tingkat SMP se-Indonesia, Juara 1 Cipta Puisi di Praktikum Sastra UR tingkat SMP se-Riau, Harapan 2 Lomba Cipta Cerpen di Bulan Bahasa UIR tingkat SMP se-Indonesia & Juara 1 Lomba Cipta Puisi tingkat Nasional seluruhnya Penyair Muda yang ditaja oleh Sabana Pustaka. Bukunya yang telah terbit Kepompong dalam Botol & Timang Gadis Perindu Ayah Penanya Bulan, Sedang meramu buku puisi tunggalnya yang ke-3 Hikayat Anak-anak Pendosa. Puisinya juga termaktub dalam beberapa antologi seperti: Merantau Malam [Sabana Pustaka, 2016], TeraKota [Liliput, 2015], Tunak Community Pena Terbang [COMPETER]. Kini penulis berdomisili di Pekanbaru, Riau.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []