LINIFIKSI: Puisi Firdaus Akmal
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Firdaus Akmal

by LiniFiksi
Mon, 27-Feb-2017

Pluviophile

Ada yang selalu sederhana memesan hari
Sekadar dalam perjamuan secangkir potret jurai padma
Mengeja nirleka pada aksara prasasti lilin
Tentang bisik gerimis pada maksud lain
[Sejenak]
 
Ada yang selalu sederhana memesan hari
Menunggu malka air dan angin
Berbicara dalam teras yang berjaga
Mengkhususkan menit-menit dalam cermin dan celah jendela
Meranumkan bunga-bunga dalam dada
[Sejenak]
 
Ada yang selalu sederhana memesan hari
Bersandar di beranda
berharap pada tepi siang langit mengirimkan gerimis
Melabuhkan layar-layar lelah
[Sejenak]
 
Ada yang selalu sederhana memesan hari
Memecah riuh dalam tangan-tangan pelukis
Me-reka  warna pada muka-muka pualam
Hingga merupa basah tanah
[Sejenak]
 
 
 

Mendung bagi Pecinta Hujan

 
sebagai hari yang dihadirkan bunda,
arus yang lahir dari deras waktu sarapan
selalu menyergap saja   
 
sebagai selimut yang dipagutkan ayah,
reda yang tiba dari sisiran tangan
selalu mendekap saja
 
sebagai mandat yang sarat angkasa,
Hansip yang bertugas dari wejangan
selalu sigap saja
 
sebagai titimangsa yang dinisbatkan padang,
leka yang bertangkup menudung angka 15 tanggalan
selalu mengungkap saja
puisi-puisi di mendung itu
 
semoga yang semoga ini lebih dari sekadar semoga
 
 

Ombak yang Lahir dari Laut Amnesia

 
Di malam yang begitu laut
Kau menerima ombak-ombak
Dari sebuah pekik serdadu kesiangan
Ingin merumuskan bahan-bahan
Lalu, noktah berkalam dari sirah penebas karut
Di runcing bambu darah dan jam tilam yang dikoyak-koyak
Bahwa angin segar ini bukanlah hibah belas kasihan
Bahwa falsafah ini bukanlah peputra yang di-silsilahi kepentingan yang rekah
Lalu, suara-suara bising ala teknokrat berunding
Bahwa  ideologi musti direvisi
Bahwa rasanya sudah lepas dan terkelupas dari relevansi
?
 
Di pagi yang begitu sabana
Kita menerima caya
Ba’da rembulan menyisakan waktu
Untuk menemui kantor pos yang menyimpan alamat-alamat pintu-pintu:
Yang merenggut selimut yang memagut rehatmu


[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok Firdaus Akmal]


Firdaus Akmal, lahir di Pekalongan, 11 Oktober 1996. Sedang menempuh S1 Pendidikan IPS di UNNES.  Beberapa karyanya pernah termuat di Surat Kabar Haluan Padang, Medan Bisnis,  Litera.Co. Pernah meraih peringkat 1 Lomba Puisi [Kembang Api, Ellunar. Februari 2016], peringkat 2 Lomba Sajak – Sajak Anak Negeri [Tribute to Chairil Anwar, Rumah Kita. Februari 2016], dan peringkat 1 Lomba Puisi [Letters, Ellunar. November, 2016]. Beberapa puisi lainnya dimuat di beberapa antologi bersama. Buku Kumpulan Puisinya [Sketsa Teja, 2016.Pena House] dan sedang menunggu penerbitan buku puisi kedua Penerbit Langgam Pustaka.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []