LINIFIKSI: Puisi Sengat Ibrahim
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Sengat Ibrahim

by LiniFiksi
Mon, 06-Mar-2017

Air, Gula, Kopi

 
/air/
 
kusembahkan tubuh tawar,
arus gelegar jernih riang,
pada kalian; kopi & gula.
 
perkenankan tubuhku menyatu
menangkap rasa yang Tuhan
cipta takterhingga.
 
/gula/
 
aku bawa manis kesumat
wahai teman sekalian;
kopi & air.
 
mari menyatu di ceruk cangkir
sebagai kopi dini hari,
dan sepi jadikanlah petunjuk Ilahi
 
 
/kopi/
 
kukenakan warna hitam
kutuk itu pada kalian;
air & gula.
 
jadikan hitam kulit[ku]
bukan sebagai lambang
dari ketersesatan.
 
 

Kopi Sukop

 
kepada kau, aku belajar menangkap
sari-rasa dari segala rasa kehidupan.
 
bukan manis atau pahit
kecut bukan, tawar bukan.
 
sesuatu rasa yang sulit diungkap
seperti perasaanku pada Tuhan.
 
kepada kau, aku belajar berbagi
perjalanan hidup yang serba sebentar.
 
tentang bahagia dan nestapa
tentang dusta dan bercanda.
 
tentang hal yang belum dan sudah
yang melemparku pada benar dan salah.
 
kepada kau, aku belajar merencanakan
pertemuan di luar intaian setan.
 

[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok Sengat Ibrahim]


Sengat Ibrahim, kelahiran Madura, kitab antologi puisi tunggal pertamanya yang bakal segera terbit: Kau yang Tidak Habis-Habis Aku Tulis. Alumni Teater Padi­Ls, Mangsen Puisi, dan LSA [Lesehan Sastra Annuqayah]. Dan ketua kamar: Rumah Puisi Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan. Sekarang tinggal di pondok pesantren Mahasiswa  Hasyim Asy'ari “Kutub” Yogyakarta. 

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []