LINIFIKSI: Puisi Jonah Mario
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Jonah Mario

by LiniFiksi
Mon, 20-Mar-2017

Di Tepi Malam

Bergeser, berpijak

di sayup-sayup ruang yang mendingin.

Tinta sediam bahasa yang bersuara

jauh di tiada cakrawala.

Ia mengedip saat pasir bergeser

ke jubah langit luas, kebas,

menghampar jauh

di atas embun kehilangan.

 
Manusia mudah tertawa,

kadang tersedak dalam tawanya

kala kerongkongannya hangus perlahan

di tepi malam.

Malam bergerigi, malam

yang belum dijadikan lagu dan cerita pendek, malam

yang sama sekali padam.

Malam yang merekam bintang

dalam diam

 
bahkan jika ada yang sedang jatuh di gunung

jatuh di laut,

jatuh di langit,

jatuh di tulang.

“Cinta itu sunyi”, bisik perempuan itu.

“Keropos seperti angkasa.”

Seperti jendela pecah yang menghambur bisu di ujung mata.

 
Bahkan jika ada yang sedang jatuh di bumi,

di perbatasan pagi,

di embun,

di hilang yang terus hilang,

 
perempuan itu hanya tahu pergi

merengkuh malam, merekam bintang

menghambur hilang

dalam diam.

Dalam diam.
 

Tidur Berjalan

Cahaya tumpul di dinding kota.

Kota ini membisu di dini hari yang dalam, kelam

meninggi di jauh bebatuan sendirian;

Kelabu meluas.

 
Malam lewat dengan cepat

secepat kepergian cinta yang terurai

dalam lelap, dalam goyahnya di ketinggian.

Langit tak akan turun untuk membungkus mimpi

mimpi rapuh luntur dengan jingga.

Nostalgia.

 
Yang pergi selalu pergi, yang kembali tidak menepi.

Akan selalu ada untukmu

tanda bahaya di taman kota,

di jalanan kosong, ringan

ringan tertiup bayangan udara

yang merapuh

meluruh bersama seluruh gerakmu.

Sebelum tertangkap. Sebelum matahari.

Sebelum gagang pintu. Sebelum kunci.

Sebelum menjadi.

 
Sendiri. Retak bangunan mimpi di pojok hari.


[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok Zikri Almarhum]


Jonah Mario Simorangkir lahir di Jakarta, 10 Desember 1995. Saat ini sedang berkuliah di jurusan Teknik Industri Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat. Menulis puisi dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Punya love-hate relationship dengan puisi. 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []