LINIFIKSI: Puisi Wawan Kurniawan
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Wawan Kurniawan

by LiniFiksi
Mon, 27-Mar-2017

Belajar Mengenali Kegilaanku

 
Kudengar jelas seekor jangkrik mengeja bahasa malam

Setelah aku pupus mengejar janjimu di masa lampau

Kutelanjangi tubuhku

agar angin sedia memeluk jiwaku erat

Kini, masa depanku hanyalah kemalangan

Dari hari setelah kau dan keputusanmu

Membiarkanku menjadi orang gila,

di kota tempat para pemurung berbahagia.

 

Kudengar jelas debat iblis di telinga kanan dan kiriku

Di depan ruko yang masih tertutup rapat subuh itu,

Aku benar-benar ikut mengeja bahasa yang hilang.

 

 

Di Atas Meja Biru

 
Kita baru saja meniup lilin makan malam

mendengar nyanyian pesta di taman

menerka-nerka bentuk angin

lalu kita terdiam

 

mati adalah jawaban

kota telah membuka diri begitu kelam

di atas meja biru kau mulai berbicara

menertawakan peristiwa terakhir

racun telah kita telan mentah-mentah

dan kematian menunggu dijelaskan sekali lagi

 

 

Mata Purnama

 
Malam purnama waktu itu,

Telah kau bangunkan mataku dengan matamu

Setelah puluhan tahun ia bertahan menikmati gelap pedih

Lalu hadirmu menjadi liang lahat bagi kesunyianku, kekasih.

 
Dua ekor burung hantu mengamati bayangan kita

Dari reranting pohon kamboja di tengah kuburan.

 

[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok Wawan Kurniawan]

Wawan Kurniawan, menulis puisi, cerpen, esai. Menerbitkan buku puisi pertamanya yang berjudul “Persinggahan Perangai Sepi [2013]”. Serta diundang sebagai penulis Indonesia Timur di Makassar International Writers Festival [MIWF] 2015.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []