LINIFIKSI: Puisi Boy Boang
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Boy Boang

by LiniFiksi
Tue, 11-Apr-2017

Genting

 
Yang tumbuh
di darahku kini
bukanlah  sesuatu
yang bisa ditoreh
 
Percuma kau gores
sekalipun dengan Keris
atau Celurit paling arit
 
Getahku
sudah mem-batang
seperti Beringin
di Alun-alun
Maka kuminta
jadilah tanah
yang tak butuh getah
Agar aku bisa
menikahimu
tanpa cinta
sebab
rupa-rupanya
cinta telah mati
di Semanggi
beberapa tahun yang lalu
ada juga yang hilang
tertimbun berita
dan yang terakhir
telah meledak
di ibukota
maka kukatakan padamu
cinta sudah lenyap
apa yang berkeliaran
di kebun bunga,
di puisi, di lagu-lagu
dan di asmara paling madu-pun
itu bukan apa-apa
Ijinkanlah
aku menikahimu
bahkan semua
yang ada di sekelilingmu
entah dengan apa
sebut saja itu genting
dan hitung
berapa kedamaian
yang kita lahirkan
 


Pengelana Jauh

: Imanti
 
Kita semua pengelana jauh,
pemanah musim,
dan pemburu waktu
dari awal sampai ke awal yang lain
merajai batas-batas
demi arah
Kekasih, semua kota adalah papan
disusun menjadi tangga
serupa babak sejarah
setiap kepingnya punya perkara sendiri
dan kita diputuskan untuk menaiki
dengan napas pas-pas-an
Sebenarnya kitalah puluru nyasar;
menembus tembok,
dan bersarang di tembok


Hutan Paling Dalam

Bagaimana caramu melukis, Bunga?
tentang jejak di kegelapan
Adakah simbol kau gariskan sebagai makna
yang lolos dari prasangka hitam?
Sebab sejak semula
telah kau simak riwayatku
sebagai semak paling belukar
hingga sesat menjadikanmu layu
di rimbun rerumputan liar
Dan ibaratnya kelahiran, Bunga
akupun tumbuh sebagai beranda kematian
orang-orang kota menyebutnya hutan paling dalam
tempat persemedian ruh-ruh yang nyasar
dan dijaga seratus pasang kesunyian
Tapi di sana juga telah kutimbun madu
sebagai obat penyejuk luka bakarmu
masuklah. Masuklah, Bunga
tapi kuminta, berhati-hatilah
sebab seribu jalan
akan membuatmu takluk kepada ragu

                               
 [][Ilustrasi @riansaputra | foto dok Boy Boang]

Boy Boangmanalu lahir di Sidikalang, Sumatera Utara 20 Maret 1993. Menyukai Filsafat dan Sastra, puisinya pernah diterbitkan di Media Indonesia, Radar Surabaya, Haluan Padang, Banjarmasin Post, Medan Bisnis, dan Swara Kita. Saat ini penulis mengelola komunitas Barisan Gerilya Sastra [ARETA] di  Sleman, Yogyakarta.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []