LINIFIKSI: Puisi Imam Budiman
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Imam Budiman

by LiniFiksi
Mon, 17-Apr-2017

Sajak Untuk Perempuanku


/I/

kau ladangku yang penuh rupa
di tanahmu aku seorang pertapa

kelak bila waktunya tiba:

kuajak kau membaca musim
demi suci benih kita dalam rahim

/II/

meski gerimis melahirkan basah
kau ladangku yang tak resah

tetaplah di sampingku
memilin rintik hujan
menjadi topi kecil
tuk anak-anak
yang jinak
di dalam
asuhan
kita

                        2017
 

Sabda Perempuan Jalang

 
sebuah kampung kecil didirikan
di balik celana dalam saya

demi kehidupan layak
yang menjadikan
saya manusia

"saya tak di sini, tuan, bila saya
berpunya segala apa pun."

tetapi setengah bungkus nasi
haruslah ditukar peluh

tetapi sepotong kecil daging ayam
haruslah dijajah payah

tetapi biaya untuk menjadi manusia
haruslah memeras tenaga

 
jalan saya adalah jalan lendir
semoga tuhan tak marah
lantaran saya sangat
takut dan getir

                                     2017


[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok Imam Budiman]

Imam Budiman, lahir di Samarinda, Kalimantan Timur. Beberapa cerpen dan puisi-puisinya dimuat di Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Indopos, Riau Pos, Majalah Sagang, dll. Buku kumpulan puisi tunggalnya: Perjalanan Seribu Warna [2014] & Kampung Halaman [2016]. Kini bergiat di Komunitas Rusabesi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []