LINIFIKSI: Puisi Vito Prasetyo
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Vito Prasetyo

by LiniFiksi
Tue, 25-Apr-2017

Syair Langit

: buat Sang Plagiat


Aku ini memang jalang

telah memperkosa pikiranmu

bahkan menyetubuhi bait-baitmu

hingga birahi aksaramu jatuh terkapar

aku juga telah membuat kubangan duka

saat pikiranku tak pernah tumbuh kuncup bunga

dan ini membuat napasku semakin liar

hidup sebagai parasit nalarmu

mungkin neraka menunggu kedatanganku

karena aku memang jalang

sementara engkau selalu menjadi ombak

menerjang karang

mencumbu bibir pantai

jiwamu duduk di samping pintu surga

selalu hidup, terbang dengan sayap

tak pernah bimbang, tak pernah ragu

duduk bercanda bersama

: Chairil Anwar, W.S. Rendra, Hamzah Fansuri, Jose Marti,
Von Goethe, Syaikh Ibn A’thoillah,


Syaikh Maula al ‘Arabi ad-Darqawi

atau siapapun yang engkau inginkan

 

Saat jurang menganga

gunung pun murka

aku hanyalah sajak kematian

[tinta penaku telah habis]

 


Simphoni Kematian


Aku berdiri di penghentian akhir

saat tubuh-tubuh bergelimpangan menjadi mayat

tiada deru napas mengejar hidup

usai sudah jasad menanti waktu

tak ada siang

tak ada malam

tidur itu betul-betul menjadi abadi

 
Di sudut jalan, seekor kucing tak bergairah lagi

matanya tanpa binar menatap kosong

Kota ini penuh kematian

mungkin zaman telah membinasakan hidup

Langit tampak begitu murung…

di kejauhan dunia lain sayup-sayup terdengar

alunan gamelan-kecapi-seruling berirama duka

dimainkan Ludwig Van Beethoven, Wolfgang Amadeus Mozart, Johann Sebastian Bach

Mereka memainkan simphoni kematian

 
Ketika syair itu tertelan malam

kucing telah berubah wujud

meninggalkan aroma bangkai

sebuah biola telah menggantikan tempatnya


[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok Vito Prasetyo]

Vito Prasetyo dilahirkan di Makassar  24 Februari 1964. Puisi-puisinya dimuat di berbagai media massa, antara lain:  Suara Merdeka,  Malang Post, Solo Pos, Pikiran Rakyat, Suara Karya. Juga sudah menerbitkan sejumlah kumpulan puisi. Kini penulis tinggal di Malang.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []