LINIFIKSI: Puisi Reni Lestari
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Reni Lestari

by LiniFiksi
Mon, 08-May-2017

Sketsa

Bahwa aku mencintaimu itu benar
Butuh lebih dari waktu untuk menciptakannya
Bahkan ruang-ruang yang terbuang di belakang,
Aku menelusurinya seperti labirin yang mengajariku tersesat
 
Kamu datang tanpa wajah
Jadi kuputuskan membuat lukisan-lukisan sesukaku
 
Dari gerimis penghujung kemarau,
Aku bentuk matamu
Supaya kamu tahu
Siapa yang mengajariku merindu
 
Dari bulan sabit yang terhalang mendung,
Kulengkungkan bibirmu
Agar kamu mengerti
Senyum yang tak terbahasakan
Dan hujan yang selalu sama yang mengiringinya
 
Suatu sore di sebuah rumah
Kudendangkan langgam usang yang menjerat kita
Mengiringi goresan kuas pada jubah malam menyepuh wujudmu,
Yang seperak berkas purnama pada reranting pohon  
 
Tapi kemudian, fajar tumpah dan kuhapus semuanya
Karena sesederhana puisi, itulah kamu
 
Di atas kanvasku,
Kamu  hidup sejak manusia pertama belajar melukis
 
Lalu pada nafas, ada yang sama-sama terhembus
Tetapi hilang ketika malam selesai terjaga
 
Bahwa aku belajar menunggu karenamu,
Itu benar
Bahwa aku juga sangat membencimu, itu benar
 
Nanti,
Jika kamu bangun
Dan menemukan namamu terlukis di langit,
juga sketsa yang tak sempurna
ilhamilah
itu milikku yang kubiarkan bertamasya.
 
 

Jangan Salahkan Jakarta

Jangan salahkan Jakarta yang memaksamu berkaca,
Sebagaimana kemacetan menggambar resah di bibir kepulangan
 
Aku membenamkan diriku
Seperti kopi dan gula sekali teguk
Seolah kota ini hanya boleh setia pada getir
Dan kabar-kabar khawatir yang bikin nyinyir
 
Kau tersesat dalam rinduku
Jakarta terpencil dalam kesibukan kita
Ibu kota yang malam
Jarak yang tak pernah selesai
 
Tiadakah pilihan lain selain Jakarta?
Tiadakah jalan keluar dari wajahmu?

[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok. Reni Lestari]

Reni Lestari, kelahiran Sukoharjo, 25 Februari 1993. Lulusan Ilmu komunikasi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hobi membaca dan menulis fiksi. Pengguna kereta commuterline ini kini bekerja sebagai jurnalis.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []