LINIFIKSI: Puisi Anung Ageng Prihantoko
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Anung Ageng Prihantoko

by LiniFiksi
Tue, 30-May-2017

Wanita Bergaun Biru Laut Motif Bunga-Bunga

 
Wanita bertubuh lampai, ubun-ubunnya menusuk matahari pagi
Rambutnya menggelung awan-awan kapas
Sesekali menjaring burung-burung yang bermigrasi
 
Suatu hari,
Saat embun-embun masih berkerumun di kening
Kulingkarkan lenganku di keping pinggangnya
Sambil kulafalkan beraneka warna-warni bunga dari lidahku
Dan kupu-kupu bersayap jingga terbebar dari liang mulutku
Hanya senyum sayu seperti lengkung kontur kulit kayu
Yang tergambar di wajahnya
Gerimis kecil-kecil
Riak sungai yang berair
Menghiasi lipatan sarung matanya
 
Kedipan matanya setabah riak Sungai Serayu
Yang merangkum akar-akar pohon bakau kenangan
Menempatkannya pada tepi
Mengelus arus kehidupan
Yang tak selalu berarus lurus
Terkadang menggerus sampai ke dasar lambung murung
Pasir-pasir bercampur lumpur berhambur melayang
Seperti ingatan butir-butir makanan ikan kecil
Yang kemudian dipinggirkan situasi dan keadaan
 
Wanita bergaun biru laut motif bunga-bunga
Masih berdiri teguh memetiki sinar matahari
Sambil sesekali mengelus punggungku yang mulai aus dan mengelupas
Dikikis angin Samudera Hindia
 
 


Kemarau

 
Gigil bulan tercelup malam yang kelam
Ketika embun menelusup ke dalam rerumputan yang mengeram kenangan
 
Kudengar bisik angin
Menuntun kering sunyi
Mengepung rindu di rekahan tanah kalbu
 
Kau dan aku rebah menghitung gemintang
Yang menyusut dihisap waktu yang bimbang
 
Kau dan aku masih terus bercerita
Memetik detik pada kelopak masa yang luka
 


[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok. Anung Ageng Prihantoko]


Anung Ageng Prihantoko, lahir di Cilacap 8 Desember 1979. Alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurusan Teknik Sipil. Beberapa karyanya pernah tergabung di buku antologi puisi bersama: Lumbung Puisi Sastrawan 2014 Jilid II [HMGM,2014], Memo Untuk Presiden [Forum Sastra Surakarta, 2014], Kitab Cinta Kota Batik Dunia [Teater kita Pekalongan, 2015], Antologi bersama Tentang Kota yang Menjaga Takbir dalam Degup Dada [Event Lomba Bebaskan Palestina, FAM Publishing], Antologi bersama puisi ZIG-ZAG [Cybersastra]. Beberapa karya penulis pernah di muat di media: Radar Surabaya, Merapi Pembaruan dan Minggu Pagi.  Tergabung dalam grup Dapur Sastra Jakarta [DSJ].


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []