LINIFIKSI: Puisi Daviatul Umam
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Daviatul Umam

by LiniFiksi
Mon, 19-Jun-2017

Tadarus Bintang-bintang

bintang menembang bergiliran

melengking

satu penjuru ke penjuru lain

retaklah kegelapan

leburlah keresahan


ayat-ayat rindu tercumbu

berdebam jantung angkasa

waqaf ke muqra’

muqra’ pada juz

hujani sebidang jiwa nan tandus


enggan rasanya dikau disentuh

selain di bulan maha teduh

hari-hari kemarin

hanya terbaca debu

senasib kembang kuyu

 
berkah bulan kelahiranmu ini

yang kuncup mekar lagi

yang redup berbinar lagi

kobarlah asma tuhan

bersaing mengagungkan

 

Dalam Dekapan Masjid Jamik Sumenep


azan magrib dilambungkan

pemukim pun musafir melepas noda-noda

memasang seberkas cahaya

sampai lambai ikamah menariknya simpuh

suara keagungan menetes-netes

melubangi sebongkah hati yang angkuh

 
salam kanan salam kiri

ritual penyembahan diakhiri

tasbih tahmid takbir berdeburan dalam badan

menghantam karang-karang keegoisan

 
liar bola mata berputar-putar

lelampu besar serupa serumpun mawar

teduh memancar menyiram pilar-pilar islam

sepasang mimbar alangkah gagah berseri

di antaranya lafadz Allah dan Muhammad

mengukir hening dinding nurani

subhanaka

subhanaka!

 
masjid yang kini melompati dua abad

warna budayanya tetap khidmat terawat

kuning bening dan hijau tua

setia menjaga kesahajaan jendela

pikat jiwa tanpa kaca

sebatang keris karisma peninggalan siapa entah

semadi di atas luar mihrab

tunjukkan moyang dan tuhan terasa begitu akrab

 
doa-doa mengukus

menembus ke tujuh langit kudus

tubuh-tubuh menanggalkan sejuk pelukmu

berharap aku lebih kerap bertamu


 [][Ilustrasi @riansaputra | foto dok. Daviatul Umam]

Daviatul Umam, lahir di Sumenep, 18 September 1996. Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa ini merupakan mantan Ketua Umum Sanggar Andalas, sekaligus aktivis beberapa komunitas teater dan sastra lainnya. Sebagian karyanya dipublikasikan di sejumlah buku antologi bersama serta media cetak dan online. Sesekali juga dinobatkan sebagai pemenang atau nominasi di antara sekian lomba cipta puisi, lokal maupun nasional. Berdomisili di Poteran Talango Sumenep-Madura.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []