LINIFIKSI: Puisi Daruz Armedian
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Daruz Armedian

by LiniFiksi
Mon, 03-Jul-2017

Berlindung pada Tuhan yang Menciptakan Rindu


aku berlindung pada tuhan yang menciptakan rindu

doa-doa kurapal

di putaran waktu

di hidup yang terjal, yang tak kekal

aku berlindung pada tuhan yang menciptakan rindu

di kota sunyi-perih-sembilu

puisi adalah caraku mengabdi

dan mengabadi

 
padaMu, tuhan yang menciptakan rindu

rindu-rinduku sepi-senyap

kukepakkan seperti embun pada sayap

peluk aku di keheningan malammu!

 

Tentang Mayat yang Bercerita Mengenai Kematiannya Sendiri


1.     

bicaralah, tuan muda, bicaralah!

suaramu adalah rahasia Tuhan

yang berdiri di kepala para arwah

kematian bukan lorong panjang

         tanpa pintu kembali

                  kau bisa saja bangkit lagi di detik begini

memang, itu kemustahilan

         tapi pada segalanya

tangan Tuhan adalah raja

kami persembahkan pada tuan

lenguh yang jatuh di telinga kami

atau amis darah di atas tanah

dari sapi betina keemasan warnanya

         asuhan bocah lugu yang tunduk pada ibu

                  atau asuhan Tuhan pencipta hutan-hutan?

akulah Musa, tuan muda!

         dengan segenap bani Israil

memanggil-manggil dalam gigil

dan bertanya ‘siapa?’

         siapa yang menggadaikan nyawamu

                  pada tangan dingin Tuhan?

2.      

pada tangan saudaraku sendiri

         aku bersumpah: dialah

                  dialah pengusir nyawa dari raga ini

Musaku, aku kini memang patung

         tapi sungguh beruntung

                  di malam murung aku mampu bersaksi

dunia menyihirku jadi pandir

         padahal segalanya terlahir

                  hanya untuk titik nadir

Musaku, dapatkah kembaliku

         bukan hanya pada suara

                  yang sementara?

aku ingin jadi angin

         yang dingin tanpa angan

                  tanpa paham kenapa dunia diciptakan

aku ingin sering menyebut Tuhan

         dalam embusan

                  dalam diam dalam kesenyapan

 
Puisi ini terinspirasi dari kisah tentang sapi betina dan kematian salah satu orang dari Bani Israil karena dibunuh saudaranya sendiri dalam surat Al-Baqoroh.

[][Ilustrasi @riansaputra | foto dok. Daruz Armedian]

Daruz Armedian, lahir di Tuban. Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan bergiat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []