LINIFIKSI: Puisi Alunk Estohank
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Alunk Estohank

by LiniFiksi
Mon, 24-Jul-2017

Nastiti

 
Apa yang musti kulakukan
Bila waktu selalu patah pada angka-angka
Dan wajahmu menjelma ribuan bayang
Paling menyeramkan
Itu sebabnya
Mengingat dan melupakanmu sama pedihnya
 
Sedang Tuhan, maha pencipta itu
Tersenyum melihat kita
Ketika di sebuah pesta
Kotak kecil bernama kamera menyatukan kita
Itu awal dan juga akhir dari segalanya
Kemudian aku paham
Kalau cinta tak butuh waktu lama
Untuk tumbuh
Namun aku tak bisa merawatnya
Hingga kau tumbuh di hati yang lain
 
 

Di Sebuah Pantai

 
Di sebuah pantai
Ada sepasang sepatu
Yang lupa akan bayang-bayangnya
 
Dia menunggu
Sampai matahari beringsut
Ke tubir waktu
 
Kemudian sepasang sepatu itu menatapku
Seakan mengajak bercakap
Tentang masa depan
 
Ya, masa depan yang kini tengah lupa jalan pulang
Sebab masalalu menirus ke jantungku


[][Ilustrasi @riansaputra | foto pribadi]

Alunk Estohank, lahir di Sumenep 19 Mei 1991. Aktif di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta [LSKY]. Karyanya berupa puisi dan esai dimuat berbagai media lokal dan Nasional. Sekarang tinggal di Jln. Parangtritis KM 7,5. No 44 Cabeyan, Sewon Bantul, Yogyakarta.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []