LINIFIKSI: Puisi Alfin Rizal
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Alfin Rizal

by LiniFiksi
Mon, 14-Aug-2017

Aku adalah Tunas


Berawal darimana manusia

Jika bukan atas kehendak-Nya

Dan hasil rayuan cinta manusia

 
Berawal darimana nafas

Jika bukan atas ijin-Nya

Pemilik semesta luas

 
Aku adalah tunas,

Mengeja nama penuh batas

Maka digiring ke cakrawala bias

Agar tumbuh menjadi pencari yang jelas

 
Aku adalah tunas,

Di tanah subur sabar ilmu

Di karang kering kurang tahu

Yang berharap segera tahu

 
Aku adalah tunas,

Yang ditanam penuh doa

Disiram penuh makna

Dididik penuh panen merdeka


Hari Kemerdekaan

 
Hari ini tidak seperti hari kemarin
Bendera kampung kibar warna digoyang angin
Minggu ini tidak pula seperti minggu yang lalu
Bendera lelayu sudah diganti dengan merah putih itu
Nenek bertanya lagi seperti semalam
Tentang keramaian,
dalam pidato pak Lurah:
“Hari ini kita memperingati Kemerdekaan!”
Belum sempat kujelaskan, nenek menggandengku
Kami berjalan menyusuri setapak sawah


Mercon beradu teriak dengan suara masyarakat
Berlomba memakan kerupuk dan balap karung
Pak Lurah masih terdengar berkomentar
Pertandingan siang itu kusaksikan dalam bayangan,
         dalam perjalanan nenek berbisik lagi:
         “Kakek dulu ikut perang,
         Kita akan menemui kakek.”
         Aku tak menolak


Sesampai di rumah kakek,
Di samping batu nisan yang dikelilingi anggrek
Nenek berbisik lagi:
“Beruntunglah kau di surga,
Sebab di sini, penjajah datang lagi,
Kali ini saudara kita sendiri.”
 

 

[][ilustrasi @riansaputra I foto dok @alfin rizal  ]


Alfin Rizal, mahasiswa seni rupa yang juga menyukai sastra. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif di Fakultas Seni Rupa [Murni: Seni Lukis] Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Buku terbitan sendiri : Lisan Tulisan; Antologi Puisi Tunggal [RAR Edition, 2016], LELAKU; Kumpulan Cerpen [SAE, 2016].  Buku antologi bersama : Antologi Cerpen Valentine Berdarah [Kaifa Publishing, 2013], Kumpulan Puisi Islami “Subuhku dalam Tahajud-Mu” [Arenabuku, 2016]. AKU DAN BUKU #2 [Radiobuku, 2016], Sebelum Pagi Tiba [Sastrasewu, 2016].  Antologi  puisi tunggalnya, yang terbaru berjudul Kesengsem [2017]

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []