LINIFIKSI: Puisi Thoni Mukarrom
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Thoni Mukarrom

by LiniFiksi
Mon, 02-Oct-2017

Sebelum Hujan Datang Membanjiri Wajahmu

: cicil


I
air mata yang membeku itu menjelma serupa gerimis
tuntaskan saja, atau kirim ke mataku biar aku mengeluarkannya
sesedih apapun, biar membasuh wajah yang kering pagi ini


II
di setiap pertemuan dan pertemanan
akan selalu ada kerikil berserak menggerogoti kaki
meluncur satu retak demi retak
hingga pada akhirnya kita berusaha membodohi airmata
dan kalah oleh perasaan


III
saat rambutmu terberai dan aku beranjak menelusuri dengan menjelma pengembara asing
memasuki ruang paling gelap dalam tubuhmu, aku tersesat
tak bisa keluar hingga suatu waktu aku temukan lubang besar dalam hatimu
aku masuk, namun api yang menyambar dan luka yang menganga beserta bercak darah memaksaku keluar
mencari jalan lain, jalan yang tak pernah bisa dilewati angin


IV
kau patut tak percaya kepada orang gila yang tak pernah berhenti menarik bajumu
hingga kau memberi sisa makanan tadi malam


V
begitulah, sebelum hujan datang membanjiri wajahmu
kuingatkan, selamatkan semua kenangan dan masa depan
siapkan perahu hari ini, agar semua pertemuan berakhir perjamuan
 


Kadang Pagi Begitu Memuakkan

 
/I/
kadang pagi begitu memuakkan
melihat segala rupa wajah
yang gagal menemu kenangan
 
kadang pagi begitu memuakkan
jalan yang begitu lubang
asap sadis memaksa paruparu sesenggukan
 
hawa berdesakkan mencari hidung
mana yang akan dijadikan rumah
selama hujan, katanya, langit akan menemukan kenangan
 
mari kita resapi batang demi batang kretek
agar tahu dada memang butuh dipekerjakan
sebelum kita istirahatkan
 
/II/
tersesat dalam bayang tubuhmu
sesaat setelah hujan membasuh retakan tanah
di pagi yang begitu gagal memanggil surya
selalu kita tanyakan kemana matahari akan tenggelam
katanya, rengkuhlah setiap detik detak jantungmu
jangan biarkan terlena oleh rabun
 
di tubuhku mengalir kamu yang hujan deras
berputar-putar, memaksa rintih itu runtuh
tepat di hari di mana surya bergembira melihat anaknya
menetaskan kamu


[][ilustrasi @riansaputra | foto dok. Thoni Mukarrom]


Thoni Mukarrom I.A., lahir pada 15 Agustus di Tuban, Jawa Timur. Beberapa tulisanya sempat diumumkan media lokal dan nasional [Akbar, Surabaya Post, Jawa Pos, Radar Bojonegoro, Warta Tuban, Sumut Pos, Bali Post, Majalah Sagang, Buletin Jejak, dll]. Beberapa antologi; antologi penyair bulan purnama Mojokerto [2010], Sehelai Waktu [2011], Bulan Kebabian [2011], antologi pelajar Mimpi Kecil [2011], antologi puisi untuk Palestina [2011]. Cerpen Your Chemical Romance [Diva Press 2011]. Antologi puisi dan cerpen lembaga Bhineka [2012]. Kumpulan Cerpen  tunggalnya Kisah Seekor Kupu-kupu [Shell-jagat tempurung 2012], dll.

----------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []