LINIFIKSI: Puisi Muhammad Alamsyah
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Muhammad Alamsyah

by LiniFiksi
Mon, 09-Oct-2017

Patung


Lemah pasrah patah rebah
Lihatlah
Jiwanya mati
Lengking jarinya menulis takdir pada tanah
Air langit menjilat debu keningnya
Netra pada pigura diam
Rintih memecah ingin
Berilah kehidupan
Meski hanya semalam pada pajangan

Patung
Tamat ditelan tamak
Belum termakna cerita Tuhan di lipatan selendangnya
Mematung
Mati rasa tuannya pada malam dalam pahatan
                                                            

                                                                Maros, 05 juni 2017



Petaka


Dipojokkan gelap
Dingin ragu melahap
Benci terbakar bara
Menunggu dalam waktu menggila

Kembalilah bulan
Khianat ditulisnya pada kerling muara
Mendayuh rintih
Lidah ombak mencaci karang
Amuk pada bintang disunting asin

Petakalah akhirnya
Karma dipasungnya sampai senja ditelan daratan

Musim berlalu
Menjauh meluluh
Tetaplah bukit memundak matahari
Salju kan tiba bila diizinkan lembutnya hari
Pun mungkin hujan turun jikalau ibah pada bumi
          

                                                                Makassar, 17 juni 2017


Demi Malam


Demi malam yang panjang
Kita rebus angsa yang perawan
Tumpahlah darah di jalan
Terhapus malam semalam
Terputar pagi kembali pada gelap
Syair –syair jiwa masih terbaca
Pada tatapan cinta yang tajam
Tertikam pada lara yang mati mengeram

Sandarlah pada pundakku
Karena semalam air mata yang tumpah
Tak mungkin lagi terpungut jadi mutiara
Beningnya air hujan tengah malam
Tak mungkin lagi jadi mega membias pelangi

Menyerahlah pada waktu
Reduplah nirmala dikoyak gelapnya masa berdusta

                                                                    Maros, 12 Februari 2016


[][ilustrasi @riansaputra | foto dok. Muhammad Alamsyah]



Muhammad Alamsyah. lahir di Maros, 17 September 1985. Aktif menulis puisi, cerpen dan  esai. Aktif dalam kegiatan seni-budaya, baik skala lokal maupun nasional. Lelaki yang akrab disapa Alam ini bergabung dalam beberapa sanggar seni dan bengkel teater serta sanggar lukis di Maros, Sulawesi Selatan. Kecintaanya terhadap seni sastra tidak membuat bakatnya dalam seni lukis terlupakan. Giat cipta lukisan -lukisan eksperimental yang abstrak dan natural.

-------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []