LINIFIKSI: Puisi Salim Ma’ruf
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Salim Ma’ruf

by LiniFiksi
Mon, 16-Oct-2017

Percakapan Insomnia


 
Di palka imaji, atmosfer puitik mengerumuni

percakapan insomnia di watas fajar.

Kita ekspresikan gerak melalui

catatan-catatan maya. Sedang di tampuk gelita sana

ampas kopi dan gundukan buku-buku berdoa:

Tuhan

dedahkan alamat takdir

seusai puisi membangun kota metafora

yang dihuni kaum bohemian.

 

Kau pamit duluan. Kembali mengembara

datangi jenggala delusi, bercengkerama pada diam.

Dan aku  masih terjaga. Memanggang nyala lilin

serta mendengar nyanyian gulana

dari seorang pengelana yang letih.

 

Ah, waktu tersakat di lelangit sajak.

                                                 Martapura, 2017

 


Potongan Puzzle di Minggu Raya


 : kepada Noor Jannah


Di sasana baheula, penyair sintua

terbatuk-batuk membaca sajak.

 

Berendeng para pengembara dan

terguyur basah cahaya lighting

kita mericau, mengimla silsilah nenek moyang.

 

Miniatur kata kita bangun, bercempera kalimat absurd

menunggu kaki meragang gelanggang.

 

Arloji di pergelangan tangan berontak

dan secangkir kopi maherat dari rasa pahit.

Di kaki kursi plastik kusam

ada seekor lalat menafsir debu yang kuinjak.

 

Ilham berseliweran di antara buku-buku sastra.

Tatap muka memapah senyum.

Setiba hujan menggurui malam

berpayung  puisi kita bergegas menguak basahnya.

 

Sebelum pulang

menuju tiang gantung peradaban.

Kusempatkan bertaklimat :

       “Dan malam, Jee. merajah kekosongan

        pada secangkir kopi yang berembun dilahap kantuk”

     
                                                         Martapura,  2017


[][ilustrasi @riansaputra | foto Muhammad Alamsyah]


Salim Ma’ruf, mahasiswa akhir, lahir di Kandangan Kalimantan-Selatan. Aktif berkesenian di Sanggar Ar-rumi STAI Darussalam Martapura dan Kindai Seni Kreatif Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Beberapa puisinya pernah dimuat dalam berbagai antologi bersama.

---------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []