LINIFIKSI: Puisi Mim Yudiarto
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Mim Yudiarto

by LiniFiksi
Mon, 30-Oct-2017

Setelah Koma



Sejak kalimat yang diamanatkan hati tidak selesai

Tanda baca berkerumun mengantri di belakang

Majulah sepotong koma

Berkata bahwa semua belumlah usai

 
Koma kemudian menguasai tahun demi tahun

Menyitirnya seolah perjalanan semut rangrang

Dari ujung daun ke dalam sarang

Lalu juga sebaliknya

 
Hari hari menjadi besi mati

Semakin lama semakin berkarat

Mengedipkan mata juga hanya isyarat

Agar terlihat hidup dan menemani udara

 
Setelah koma mengumumkan kisah lanjutan

Laju perjalanan mengarah titik

Bernafas bukan sekedar kewajiban

Ada mimpi yang harus diwujudkan

 
Setelah koma yang panjang

Tersedia titik yang dekat

Meraihnya bukan lagi hal

Mendekapnya tidak lagi bayangan khayal

 


Kepada


Matahari

Kita harus bertukar wajah

Kulit mukaku sangat beku

Aku ingin merasakan panas

Sehingga aku bisa lagi tersenyum

Pada anak anak jalanan yang sedang mencandaiku

 
Salju

Kita harus bertukar cermin

Aku merasa seperti raksasa

Siap memakan apa saja

Aku ingin menjadi dingin

Sehingga aku bisa meluruhkan hati

Pada angkara yang mendatangiku tiap hari

 

Bulan

Bisakah aku pinjam purnamamu

Aku benar benar gelap

Tapi tidak menyukai hitam

Aku ingin memberikan keremangan

Pada sesat yang mungkin saja datang

 
Langit

Mungkinkah jika kau ajak aku mengudara

Sekadar mengelus punggung awan

Benarkah dia adalah air

Yang menenggelamkan aku dalam rindu

 
Bumi

Ini jejak jejakku

Jangan hapus meski penuh kotoran

Aku tak boleh lupa sedikitpun

Mohon ampun adalah keharusan

Bukan karena kebutuhan


[][ilustrasi @riansaputra | foto MIM Yudiarto]



MIM Yudiarto, lahir 1 Juni 1972 di Banyuwangi dan sekarang menetap di Bogor.  Antologi puisi tunggal yang telah diterbitkan oleh IPB Press adalah Berburu Rindu, Menangkap Rindu, Mencintai Rindu, Mencintai Cinta, Menjemput Mimpi, Bersama Matahari Terbit dari Ufuk. Buku kumpulan cerpennya adalah Kisah Prolet dan Cerpen Misteri.  Novel tetralogi Kisah Air dan Api yang telah diterbitkan adalah buku ke 1 yaitu Lahirnya Air dan Api.

------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []