LINIFIKSI: Puisi A. Fahmi Muslih
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi A. Fahmi Muslih

by LiniFiksi
Mon, 06-Nov-2017

Membaca Wajah Dalam Jendela


Malam tak pernah beralih rupa

rampak mengakrabi sunyi

alih-alih petang murung terperdaya

langit sesak prasangka

menuliskan jampi-jampi hujan

mengumpan badai.

 
Gerimis berdarah-darah

adalah hantu paling menyebalkan

di persinggahan para peziarah

langka jalan pulang

aku terpenjara pada rumah portal

memandang simpang cuaca

hilir-mudik resah dibalik lensa basah.

 
Di jendela hanya ada aku, hujan

dan sekilat cahaya lampu berkaca

saling bertukar pandang

memikat sepi pada ratus embun tanak

lalu berperi dalam hati.

 
Jangan salahkan hujan bertamu

lihatlah ia sehimpun restu semesta

melegakan kehidupan kota.

 

 

Candu


semalam telah kupulangkan rembulan

kepada kesunyian yang pernah kita ragukan

sebab aku tak mampu lagi

mendekati cermin yang tersingkir  dari wajahku.

 
setiap pagi kau tumbuhkan bayang-bayang

pada sawah dan ladang ganjil

hingga matahari lupa akan cahaya

langit sore tiba tanpa membawa senja

dan aku tersesat dalam labirin,

birama sepi,

notasi gelisah

yang kau anyam satu persatu

sepanjang garis waktu.

 
kau seperti hujan yang dirindukan oleh kemarau panjang

tanpamu aku kehilangan darah

tapi aku tak pernah benar-benar ingin bersamamu

pergilah!

kepadaku, tanamkanlah amnesia.


[][ilustrasi @riansaputra | foto A. Fahmi Muslih]



A. Fahmi Muslih, nama pena dari Aniq Fahmi, sedangkan Muslih diambil dari nama ayahnya. Kelahiran Pati, 11 Juni 1991. Penikmat sastra dan salah satu anggota komunitas “Ayo Menulis”. Saat ini ia tinggal di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Karyanya pernah termuat di media online suaralidik.com dan darahmimpi.com [website komunitas Ayo Menulis] serta beberapa buku antologi puisi bersama.

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []