LINIFIKSI: Puisi A'yat Khalili
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi A'yat Khalili

by LiniFiksi
Mon, 20-Nov-2017

Antrean



keadilan pernah diciptakan

untuk membatasi jalan

 
kau yang datang keluar lebih dulu

agar aku mendapat celah masuk pintu

dalam ruang hidup yang hiruk-pikuk

 
sesekali kau kibas rasa gerah

tak kusadar rasa asinmu menyapa

melunasi hutang yang sama

 
tempo hari merebut sisa tempat duduk

mereda punggung untuk perjalanan jauh

akhirnya yang lain menenggelamkan kaki

untuk berdiri seraya meyakini mampu mandiri

 
kau yang muda memberi yang tua jeda

cukup untuk menyadari usia hampir tiba

 
entah di stasiun yang mana?

 
keadilan pernah ada bagi setiap pejalan

yang tidak lupa berangkat dan pulangnya

 

 

Kabar Siang


melalui ujung kepala matahari menurun

terik ke dada. melalui keningmu

siang mengilat cahaya sepanjang jejak

tidak ada yang sembunyi dalam gairah

kekekalanmu hanya hawa panas

menumbuh bunga keringat di badan

 
atap langit berdiang seluas kebiruan

pandang yang tidak pernah nyata

hanya hamparan batas menerima

kelemahan lebih sempurna

lebih meyakinkanmu manusia

 
menapakai alur waktu. jarak ruang

tidak pernah sampai

apa sebenarnya makna kerahasiaan?

tak mampu melihat

rasanya tetap menjejak

ibarat sekujur terikmu melekat di dahi

meski tak pernah sempat kubaca

 
kesibukan merajalela

jalan jauh di antara kita hanya polusi

berharap teduh dalam rumah

 
damai yang benar-benar nyata

sedalam panasmu di rasa.

[][ilustrasi @riansaputra | foto A'yat Khalili]


 
A’yat Khalili lahir di Sumenep, 10 Juli 1990. Karya-karyanya berupa puisi, cerita pendek, esai, artikel dan ulasan, tersebar di berbagai media lokal, nasional dan internasional, juga banyak mendapat penghargaan dan terbit lebih dari 65 buku. Penghargaan-penghargaan yang pernah diterimanya, antara lain:Menerima penghargaan Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional [PBDepdiknas, Jakarta, 2006] dalam rangka Bulan Bahasa & Sastra 2006, sekaligus Hari Sumpah Pemuda ke-78 sebagai pemenang ke-2 Sayembara Cipta Puisi Tingkat Remaja [13-22 tahun] Nasional, November 2006; Finalis Lomba Cipta Puisi Tingkat Umum Nasional 2012, yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan NulisBuku.Com & Plot Point, Jakarta, Desember 2012; Menerima Anugerah Piala Terbaik Kampanye Sastra Institut Teknologi Bandung [ITB], Mei 2014; Menerima Penghargaan Asia Tenggara dalam Anugerah Sastra Dunia Nusantara Melayu Raya [NUMERA-Malaysia] dari Persatuan Numera Malaysia, Maret 2014; memperoleh penghargaan Festival Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada [UGM], Juni 2015.

Ia pernah diundang mengikuti Temu Sastrawan Nusantara  Melayu Raya [TSN] ke-1 [di Padang, Sumatera Barat, Maret 2012]; Pertemuan Penyair Nusantara [PPN] ke-6 [di Jambi, Desember 2012]; Sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara [di Sabah, Malaysia, Januari 2012]; Pemerhati Pertemuan Baca Puisi Dunia Numera [di Kuala Lumpur, Malaysia, 21-24 Maret  2014], Pertemuan Sastera Budaya Negara Serumpun [Singapura, 30 Januari-06 Februari 2016]; dll. Adapun antologi puisi tunggalnya berjudul, “Pembisik Musim.”

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []