}
LINIFIKSI: Puisi Jihan Suweleh
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Jihan Suweleh

by LiniFiksi
Mon, 25-Dec-2017

Airmata Setelah Kau Tiada

 
Satu minggu aku menangis
dan kubungkus airnya dalam plastik
kau tetap tak kembali
 
Bersepedaku belum lancar
dan tak akan lancar katamu karena belum terjatuh
tetapi air mata ini terjun tanpa kaki
 
Kupeluk kau dari kantung-kantung plastik air mataku sendiri
kurindukan kau
sangat rindu hingga tangis hanya mampu kutelan lagi
 
 


Kepada Tuhan di Mimpi

 
Tuhan, selamatkan aku dari mimpi-mimpi buruk
jaga aku malam ini dari mama yang menangis
selimuti pahaku dengan kertas-kertas takdir baik yang sudah kau tulis
kerudungi mata-mata mereka dari ketelanjanganku yang lalu
 
Lindungi aku Tuhan, dari mimpi-mimpi ini
selamatkan aku dari isi kepalaku sendiri
aku ingin melihat mama tanpa ketakutan
tanpa kesedihan yang menempel di bajunya
 
Bebaskan kami dari tubuh kami sendiri
dari dosa-dosa yang tak tuntas
dari mimpi buruk yang menolak bangun
dan dari hidup yang kelam
 
Kami tak berdaya
tak berharga di hadapan siapa-siapa
sayangi kami, Tuhan
sayangi kami


[][ilustrasi @riansaputra | foto Jihan Suweleh]


Jihan Suweleh, lahir di Gorontalo, 14 Desember 1994. Seorang gadis penunggu hujan yang suka makan gorengan.

----------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []