}
LINIFIKSI: Puisi Galeh Pramudianto
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Galeh Pramudianto

by LiniFiksi
Mon, 15-Jan-2018

Fabula Kabel

 
Aku memutar otak untuk menjahit hubungan kita dengan ini:
 
pertemuan adalah kabel
yang menghubungkan kita
dari tenang kepada kenang
 

rindu adalah kabel
yang meredam kita
dari sengatan pilu dan setruman ragu.



Pada Sebuah Teluk


Di atas tebing rindu dan di bawah pualam kalbu
wajah kau terhapus oleh kaki-kaki geladak
yang membakar warisan dan doa
dalam avontur tanah dikunyah pembajak

kunci telah beralih, gerbang telah terbuka
kapal-kapal ruang lain mulai mengisi
pelabuhan menyimpan palkanya sendiri
kampung-kampung terbit dari pinggir
menyalakan api pada tungku-tungku abad
membarakan serpihan-serpihan, mendayung rakut
menuju pesisir tegak lurus dengan derap

dan di muara ini, kau teringat kembali
ornamen itu menggelombang di telingamu
kelak, ombak vokal berbuah partitur surga nan kekal.


O, di sini, di sini kayuh terus berputar
desir air yang raun-raun di sepanjang bibir
menyalakan cakra yang gempita dalam tubuhku

perahu-perahu berbaris, laksana balon warna-warni meneduhkan dukana

jembatan memantulkan kesik hangat pada kaki-kaki mungilnya
warung jajanan terpacak, menyejukkan kebun-kebun geloraku

pelangi pada tubuh nelayan menari-nari
terdengar kecipak air

nujum ikan-ikan riak berpuisi
di ceruk-ceruk teluk terdalam.  


[][ilustrasi @riansaputra | foto Galeh Pramudianto]
 
 
Galeh Pramudianto, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta. Menulis naskah drama, puisi, esai dan skenario. Pengajar teater dan sutradara di Sanggar Embun Cileungsi dan beberapa sekolah di Jakarta. Buku puisi tunggalnya: Skenario Menyusun Antena [2015]. Naskah dramanya: Sesuka-suka [2013], Opera Oposan [2014] dan Parabel Pembelot [2014]. Beberapa puisinya termaktub di media cetak dan antologi: Sumut Pos, Mata Banua Kalimantan, Flores Sastra, Dari Negeri Poci: Negeri Langit [2014], Rodin Memahat Le Penseur [2015], Buletin Jejak Forum Sastra Bekasi, Buletin Sastra Stomata Rawamangun, Dari Negeri Poci: Negeri Laut (2015], Hari Puisi Indonesia 2016 dan beberapa media daring. Kini bekerja sebagai pengajar dan mengelola media Penakota.id bersama handai tolannya. Naskah teaternya Poligon masuk nominasi Rawayan Awards 2017 [DKJ]. Puisi-puisinya dimuat di media lokal dan nasional. Beberapa cerpennya termaktub di buku Kelas Melamun [2017]. Buku puisi perdananya Skenario Menyusun Antena [IBC, 2015]. Biografinya masuk buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia (2017) Mengelola blog pribadi: senandungmendung.com

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []