}
LINIFIKSI: Puisi Cans Monazio
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Cans Monazio

by LiniFiksi
Wed, 14-Mar-2018

Siapakah Yang Menenun Hujan?


Siapakah yang menenun hujan?

Dan merangkai sulur-sulurnya

jatuh sampai ke jendelaku

lalu airnya menggenangi setiap riam  ruang jiwa yang kosong

 
Siapakah yang membubuhkan aroma petrichor pada hujan

Hingga ingatanku masa laluku kembali bergetar

lalu terproyeksi pada lembaran kertas yang buram

Seperti rangkaian harmoni yang rusak.

 
Siapakah yang menanam hujan?

Hingga bulir-bulirnya berjatuhan di atap ilalang rumahku

Dan aku harus memanen kegelisahan lalu menenggak

getirnya seperti tuba

 
Siapakah memainkan orkestra hujan?

Ada saat bulirnya menetes dalam hening yang statis dan mistis

sehening jam pasir yang tak memiliki detak

Dan saat lain menggelagar bak remuknya jutaan kaca

 


Surreal


Aku adalah kendi tua

Yang menyatu dengan waktu secara surreal

Aku ada, berjalan, berlari dan dan bermimpi di dalam waktu

Hingga ragaku tergerus oleh arusnya

 
Aku adalah waktu dalam wujudku yang surreal

       Yang telah terprogresi

        pada kenangan yang berjejak dalam

        kala langit berwarna sephia

        Yang sedang menari

        dalam denting statis mistis

        Kala pelukis langit menaburi warna biru pada bentangan langit

        dan yang akan berjalan tertatih

        Ketika langit memancarkan warna buram

        Kala tak ada aurora yang memerciki langit

 
Keseluruhan masa itu menyatu lalu menetesi lantai

dan menggema pada dinding ruangku

Dan aku menenggaknya dengan penuh dahaga

Dahaga yang tak berkesudahan.


[][ilustrasi @riansaputra | foto Cans Monazio]



Cans Monazio,
seniman yang tinggal di Depok. Selain bergiat di dunia sastra, jadi guru lukis dan  pemusik, khususnya musik etnik dan kontemporer. Menulis beberapa karya lagu dengan gaya bahasa puisi di antaranya yang berjudul “Petrichor” dan “Aku Adalah Malam”

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []