}
LINIFIKSI: Puisi Arco Transept
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Arco Transept

by LiniFiksi
Mon, 19-Mar-2018


Rekuiem

 
Sesuatu di antara kaki dan mata kita, Rum
hanya tersisa rapuh rampa
tanpa suam dari menara suar
seperti rindu yang mengigau
mencari ibu maha cinta.
 
Sesuatu di antara bibir dan telinga kita, Rum
telah tumbuh angin dan deru
ombak yang gelisah seperti rekuiem
yang mengantarkan kita ke lautan maha duka.
 
Sesuatu di antara lengan dan tubuh kita, Rum
telah tumbuh gigil yang mencari iba
melepaskan kemudi
memeluk tubuh sendiri.
 
                                                      Kalibata, 2017


Rum

 
1/
Sepanjang Cikopo telah menjalar akar sepi
seperti rambu-rambu
yang tertanam gugup
berseru kembali
 
2/
Sepanjang Palimanan
Izinkan aku pulang ke rindang
matamu yang altar--makam
bagi kata cinta terakhir kuselipkan
     
                                                        Kalibata, 2017

[][ilustrasi @riansaputra | foto Arco Transept]


Arco Transept lahir di Muba 15 September 1984. Buku puisi terbarunya “Didera Deru Kedai Kuala” [Taresi Publisher, 2017].

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []