}
LINIFIKSI: Puisi Fina Lanahdiana
LiniFiksi

LINIFIKSI: Puisi Fina Lanahdiana

by LiniFiksi
Mon, 09-Apr-2018

Pikiran-Pikiran yang Merumuskan Diri

 
kepalaku padat rumus berisi prasangka
kaku serupa bangku duduk
diterangi lampu-lampu
di mana dan di mana
 
tak ada tempat bagi segala macam
pura-pura—bagi setiap luka kita
yang rupa-rupanya telah menyergap
dengan pertanyaan-pertanyaan senyap
 
malam terbuat dari keras mimpi-mimpi
sementara hari-hari terlanjur membedaki diri
dengan panjang kuku-kuku kaki
 
kopi menguap bersama jam tidur yang
dengkurnya lupa mematikan lampu, lupa mengetuk pintu
lalu bagaimana ia mesti diterjemahkan
bagi selain kata-kata?
 


Seseorang yang Tidak Ingin Ada yang Lain Kecuali Dirinya

 
panas yang mendidih di sekujur tubuh
mengalir menjadi macam-macam sungai
berisi suara kemarahan yang merah
angin membuka pintu
seseorang memesan kota di dalam kepalanya
 
ia ingin sekali menyeberangi pantai
yang penuh cangkang dan aroma garam
berisi warna matahari
tidak ingin ada perahu lain kecuali tubuhnya yang rakus
terdampar di pulau-pulau kecil milik kenangan
 
udara terbuat dari mata angin para nelayan
menelusup diam-diam ke dalam kata-kata
kemudian bahasa menjadi hal paling diam di dalam mata
berwarna kuning kebencian
tanpa pohon-pohon yang tangkainya membungkuk
mencium tanah
 
kalimat menggantung seperti akar-akar beringin
kosong dipenuhi lubang berisi hampa
serupa telur yang gagal menanam benih
mengalirkan aroma tak ingin mengulurkan lengan
kepada apapun di luar dirinya.
 

[][ilustrasi @riansaputra | foto Fina Lanahdiana]



Fina Lanahdiana,
menyukai warna biru dan minum kopi. Saat ini menjadi penghuni di medium.com/@filadina yang sehari-hari memerankan diri jadi pustakawan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []